Setengah Abad MUI Berkhidmat

Rabu, 30 Juli 2025 - 05:52 WIB
Peran MUI dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, khususnya melalui Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI) juga terasa. Fatwa-fatwanya menjadi pedoman bagi lembaga keuangan syariah dan pelaku usaha lainnya agar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Perbankan syariah, jaminan produk halal, serta gerakan sertifikasi tanah wakaf adalah contoh buah hasil perjuangan.

Dalam bidang politik, berbagai fatwa dan taushiah terkait pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah juga memandu umat, penyelenggara pemilu, dan pemerintah. Beberapa di antaranya adalah tentang kewajiban menggunakan hak pilih (2009), prinsip- prinsip pemerintahan yang baik menurut Islam (2012), ketaatan kepada pemimpin dan batasannya, catatan konstruktif bagi pemilihan kepala daerah, serta pedoman agar calon pemimpin memenuhi janji politiknya (2015).

Selain itu, ada hubungan agama dan politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang antara lain memberi pedoman tentang larangan money politics (2018), pesan MUI kepada penyelenggara pemilu (2019), serta panduan pemilu dan pemilukada yang lebih maslahat bagi bangsa Indonesia (2021). Semuanya memberi panduan bahwa memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban sehingga harus dilakukan dengan cara yang benar demi kebaikan bangsa.

Ke depan, tantangan umat dan bangsa tidaklah semakin ringan. Perang bersama melawan penyalahgunaan narkoba, perdagangan manusia, hoax, serta penyebaran pornografi dan pornoaksi masih menjadi bagian khidmat penting. Urun rembug revisi Undang-Undang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 8 Tahun 2019 yang ditargetkan selesai September tahun ini juga bisa menjadi contoh lainnya. Di bidang pendidikan, mendampingi kebijakan opsional tentang lima hari sekolah agar tidak memberangus kesempatan anak belajar agama di sore hari juga penting.

Penguatan dialog antarumat beragama, penerapan ekonomi syariah, hingga berperan aktif mengatasi problem nasional dan global di bidang keamanan, ekonomi, lingkungan dan energi turut menjadi tantangan. Karena itu, MUI perlu terus menjaga peran sentralnya dalam membimbing umat di tengah perubahan zaman dengan tetap menjaga nilai agama dan harmoni sosial. Ide- idenya harus bisa diterima dan diimplementasikan secara luas.

Penguatan organisasi termasuk kaderisasi ulama muda di satu sisi serta kolaborasi dengan berbagai mitra terkait bisa menjadi bagian jawaban terhadap tantangan. Milad ke-50 menjadi momentum refleksi untuk menguatkan kontribusi sebagai lentera agama sekaligus penjaga bangsa.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!