Menyiapkan Anak sebagai Pewaris Masa Depan
Kamis, 24 Juli 2025 - 17:00 WIB
Prof. Komarudin, Rektor Universitas Negeri Jakarta dan Ketua Umum HISPISI. Foto/Istimewa.
Prof. Komarudin
Rektor Universitas Negeri Jakarta dan Ketua Umum HISPISI
Tanggal 23 Juli ini, kita kembali memperingati Hari Anak Nasional (HAN). Peringatan HAN tahun ini mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, sebuah pesan kuat bahwa perlindungan terhadap anak menjadi fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. Pada momentum ini patut diajukan pertanyaan reflektif sejauh mana kita menyediakan perlindungan dengan menghadirkan lingkungan yang mendidik? Sejauh mana sistem pendidikan kita benar-benar mempersiapkan anak bangsa sebagai pewaris masa depan?
Kita tidak boleh lupa bahwa anak-anak adalah pewaris masa depan bangsa, dan masa depan itu harus disiapkan dari sekarang. Studi Lansdown (2011) mencatat bahwa perlindungan dan pemberdayaan anak sejak dini merupakan investasi kunci menuju masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan. Namun, menyiapkan anak sebagai pewaris masa depan tidak cukup dengan menjauhkan mereka dari kekerasan.
Anak perlu disiapkan dalam lingkungan yang mendidik, memberdayakan, dan menumbuhkan aneka kecerdasan yang relevan dengan masa depan—baik kecerdasan kognitif, sosial-emosional, spiritual, hingga digital. Ringkasnya, mempersiapkan anak bukan sekedar memberikan perlindungan terkait perkara keselamatan fisik, tetapi juga menyangkut akses terhadap pendidikan bermutu, pengasuhan yang mendukung tumbuh-kembang optimal, serta pendampingan oleh guru yang cakap secara akademik dan emosional.
Rektor Universitas Negeri Jakarta dan Ketua Umum HISPISI
Tanggal 23 Juli ini, kita kembali memperingati Hari Anak Nasional (HAN). Peringatan HAN tahun ini mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, sebuah pesan kuat bahwa perlindungan terhadap anak menjadi fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. Pada momentum ini patut diajukan pertanyaan reflektif sejauh mana kita menyediakan perlindungan dengan menghadirkan lingkungan yang mendidik? Sejauh mana sistem pendidikan kita benar-benar mempersiapkan anak bangsa sebagai pewaris masa depan?
Kita tidak boleh lupa bahwa anak-anak adalah pewaris masa depan bangsa, dan masa depan itu harus disiapkan dari sekarang. Studi Lansdown (2011) mencatat bahwa perlindungan dan pemberdayaan anak sejak dini merupakan investasi kunci menuju masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan. Namun, menyiapkan anak sebagai pewaris masa depan tidak cukup dengan menjauhkan mereka dari kekerasan.
Anak perlu disiapkan dalam lingkungan yang mendidik, memberdayakan, dan menumbuhkan aneka kecerdasan yang relevan dengan masa depan—baik kecerdasan kognitif, sosial-emosional, spiritual, hingga digital. Ringkasnya, mempersiapkan anak bukan sekedar memberikan perlindungan terkait perkara keselamatan fisik, tetapi juga menyangkut akses terhadap pendidikan bermutu, pengasuhan yang mendukung tumbuh-kembang optimal, serta pendampingan oleh guru yang cakap secara akademik dan emosional.
Lihat Juga :