Cerita Persahabatan Abdul Malik Fadjar dan Jakob Oetama

Rabu, 09 September 2020 - 22:31 WIB
Sebagai bukti kedekatan keduanya, lanjut Muhadjir, Malik Fadjar menyediakan ruang khusus di gedung perpustakaan UMM yang diberi nama 'Jakob Utama Corner' yang berisikan buku-buku koleksi Jakob Oetama yang disumbangkan ke UMM. Secara periodik Jakob Oetama mengirim buku-bukunya.

"Ketika beberapa kali berkunjung ke Jatim, beliau meminta kepada Pak Malik untuk dipinjami mobil UMM. Padahal Biro KOMPAS Jatim kalau diminta pasti bisa menyiapkan yang lebih baik. Ketika hal itu saya beritahukan ke Pak Max Margono, kepala biro Kompas Jatim waktu itu, Beliau hanya berkomentar 'Itulah Pak Jakob'," cerita Muhadjir.

Muhadjir mengatakan, hal itu merupakan salah satu bentuk ekspresi humanis gaya Jakob Oetama. "Sebagai budayawan yang mewarisi tradisi budaya Jawa yang kuat, ekspresi humanisnya sangat kaya dengan perlambang dan 'pasemon'. Empatinya terhadap sesama tidak hanya tertera di dalam tulisan-tulisan Beliau yang mendalam, tetapi juga dalam 'tindak-tanduk' Beliau," tandasnya.

(Baca juga: Tokoh Pers Jakob Oetama Meninggal Dunia ).

Diketahui, Malik Fadjar meninggal dunia pada 7 September 2020 dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, kemarin. Jakob Oetama yang tutup usia pada hari ini pun direncanakan dimakamkan di TMP Kalibata.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!