Rapat Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat, 3 Carek Paparkan Visi Misi

Rabu, 03 Juli 2024 - 11:26 WIB
"Visi tersebut dapat dicapai melalui penguatan otonomi kampus, tata kelola 4.0, dan internasionalisasi melalui jejaring yang sudah terbentuk. Antara lain melalui Kedutaan-kedutaan Besar RI di luar negeri, Kedutaan Besar negara-negara sahabat yang sudah ada di dalam negeri, jaringan Diaspora Internasional, dan jaringan alumni," ujar Prof Popy, Guru Besar pertama Indonesia penerima penghargaan Star of Excellence Award dari America-Eurasia Center, Washington, DC.

"Otonomi kampus atau universitas melalui pilar kegiatan akademik dan non-akademik untuk membangun kampus yang lebih terkelola dengan baik melalui dukungan Kemdikbudristek, Pemerintah Provinsi Jabar, Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Dewan Profesor dan sivitas akademika," imbuh Prof Poppy yang juga peraih penghargaan dari Kemdikbudristek Dikti sebagai Atase pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) dengan dukungan kerja sama perguruan tinggi terbaik (2021).

Prof Poppy mengungkapkan, dirinya akan melakukan optimalisasi peran stakeholder berbasis Pentahelix (Akademisi, Bisnis, Governemnt, Komunitas dan Media), untuk memperkuat capaian kinerja akademik ranking 300 QS WUR.

"Penguatan kinerja kebermanfaatan Unpad dalam Pembangunan melalui optimalisasi Program "Kampus Merdeka" berbasis keunggulan Unpad di Tingkat local, nasional, regional dan internasional untuk penguatan slogan baru Unpad, Leading Nationally & Globally, Unpad Hebat," ucapnya sebagaimana dikutip dari Channel YouTube Unpad Rabu (3/7/2024).

Kemudian, Carek lainnya Prof Arief menuturkan otonomi akademik selalu berbicara mengenai pendapatan, tetapi sebagai insan akademik yang terpenting adalah otonomi dimaknai bagaimana universitas memberikan ruang kepada para dosen dan mahasiswa untuk bisa mengembangkan keilmuannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!