Ketua PA GMNI Ingatkan Demokrasi Tak Boleh Kembali ke Era Sebelum Reformasi

Rabu, 31 Januari 2024 - 10:46 WIB
"Dengan memiliki pemikiran yang sama, maka pada tahun 1928 muncullah gerakan-gerakan kebangkitan nasional," ujarnya.

Akhirnya, '08 hingga '28, atau berselang 20 tahun kemudian, kata Arief, kesadaran itu meningkat hingga muncul era sumpah pemuda, diikuti dengan perlawanan untuk lepas dari penjajahan. Sehingga di 17 Agustus 1945 para tokoh bangsa itu memerdekakan bangsa ini.

"Setelah 45 ada peristiwa besar, yaitu pada tahun '65 pemberontakan G30S/PKI, siklusnya juga 20 tahunan. Kemudian setelah '65, siklus berikutnya tahun '98 era reformasi," urai mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Pasca Reformasi, yakni tahun 2024, 2025 bangsa ini pun memasuki satu fase waktu siklus 20-30 tahunan lagi. Dalam waktu siklus ini ada peristiwa- peristiwa besar yang menjadi tonggak sejarah Republik ini. Oleh karena itu, pria yang pernah menjadi Presiden Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Lembaga Sejenis se-Asia ini meminta kepada masyarakat Indonesia untuk cermat mengamati waktu siklus yang dialami bangsa ini.

"Sebab kalau kita tidak hati-hati, maka pasca reformasi ini bisa set back kembali ke era sebelum era Reformasi. Jadi, saya mengingatkan pada diri kita, kita harus berhati-hati melewati era pasca Reformasi itu," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!