TPN Ajukan Perlindungan Relawan Ganjar-Mahfud Korban Penganiayaan ke LPSK

Jum'at, 05 Januari 2024 - 18:13 WIB
TPN Ganjar-Mahfud, melalui tim hukum, mengajukan permohonan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), pada Jumat (5/1/2024). Foto/MPI/Muhammad Farhan
JAKARTA - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud , melalui tim hukum, mengajukan permohonan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Jumat (5/1/2024).

Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud tengah mengupayakan permohonan perlindungan kepada relawan Ganjar Boyolali, yang mengalami penganiayaan oleh oknum TNI pada Sabtu (30/12/2023).

Direktur Penegakan Hukum dan Advokasi Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Ifdhal Kasim menyampaikan TPN Ganjar-Mahfud mengajukan permohonan perlindungan kepada tujuh korban guna sekaligus menjadi saksi dalam kasus penganiayaan oleh oknum TNI tersebut. Ifdhal mengatakan, ada dua hal yang diajukan kepada LPSK.

"Pertama, kami meminta LPSK untuk membuat tim untuk melakukan upaya mengidentifikasi atas apa yang dialami oleh korban penganiayaan di Boyolali itu," ujar Ifdhal di kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (5/1/2024).





"Juga memastikan dilakukannya perlindungan medis terhadap mereka dan juga upaya untuk pemulihan hak-hak mereka sebagai korban dalam bentuk kompensasi (restitusi atau ganti rugi)," lanjut Ifdhal.

Kemudian pengajuan yang kedua, Ifdhal mengatakan TPN Ganjar-Mahfud meminta LPSK agar melakukan pendampingan kepada para korban sekaligus menjadi saksi dalam proses hukum yang nantinya akan berjalan terhadap pelaku dari oknum TNI tersebut.

"Kenapa kami ajukan tuntutan ini, karena Kodim Boyolali tersebut ada arahan dari panglima dan KSAD itu sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini. Kalau sudah ada penetapan tersangka itu kan berarti akan ada proses hukum terhadap mereka yang akan berjalan di pengadilan militer," jelas Ifdhal.

"Maka kami mendorong agar LPSK mengambil inisiatif untuk mengawal proses ini terutama mendampingi para korban yang akan menjadi saksi," sambung Ifdhal.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More