Luhut Bilang Orang Toxic Dilarang Masuk Kabinet, Relawan Anies: Kalimat Sudah Biasa di Era Jokowi
Selasa, 14 Mei 2024 - 21:11 WIB
loading...
Relawan Anies Baswedan, Geisz Chalifah menjadi narasumber pada program Rakyat Bersuara bertemakan Orang Toxic Nggak Boleh Jadi Menteri, Selasa (14/5/2024). Foto: iNews TV
A
A
A
JAKARTA - Relawan Anies Baswedan, Geisz Chalifah menganggap ucapan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan soal larangan membawa orang toxic ke kabinet atau pemerintahan sudah biasa terdengar di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Geisz menerjemahkan kalimat toxic seperti merendahkan orang lain.
"Ya memang karena kan arti toxic itu orang beracun yang membuat pengaruh negatif kepada orang lain. Memang seperti itu dan saya kira kalimat-kalimat seperti ini sudah biasa di era Jokowi," ujar Geisz pada acara Rakyat Bersuara bertemakan Orang Toxic Nggak Boleh Jadi Menteri, Selasa (14/5/2024).
Baca juga: Tanggapi Luhut, JK: Pelanggar UUD 1945 Lebih Tidak Boleh Masuk Kabinet Dibanding Orang Toxic
Dia menyoroti sikap Luhut yang sebetulnya toxic karena tidak bisa menerima pernyataan kritis dari masyarakat sipil. Seakan jika rakyat tak setuju dengan aturan, lalu diancam agar tidak tinggal di Indonesia.
"Kalau tidak setuju keluar saja dari Indonesia, itu toxic. Ya tinggal dibuka saja kalimatnya Pak Luhut yang sebelumnya itu kan," katanya.
"Ya memang karena kan arti toxic itu orang beracun yang membuat pengaruh negatif kepada orang lain. Memang seperti itu dan saya kira kalimat-kalimat seperti ini sudah biasa di era Jokowi," ujar Geisz pada acara Rakyat Bersuara bertemakan Orang Toxic Nggak Boleh Jadi Menteri, Selasa (14/5/2024).
Baca juga: Tanggapi Luhut, JK: Pelanggar UUD 1945 Lebih Tidak Boleh Masuk Kabinet Dibanding Orang Toxic
Dia menyoroti sikap Luhut yang sebetulnya toxic karena tidak bisa menerima pernyataan kritis dari masyarakat sipil. Seakan jika rakyat tak setuju dengan aturan, lalu diancam agar tidak tinggal di Indonesia.
"Kalau tidak setuju keluar saja dari Indonesia, itu toxic. Ya tinggal dibuka saja kalimatnya Pak Luhut yang sebelumnya itu kan," katanya.
Lihat Juga :