Pemerintah dan Ulama Harus Bersinergi untuk Wujudkan Indonesia Damai
Rabu, 22 November 2023 - 16:28 WIB
Guru Besar Hukum Islam Kontemporer UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Prof Muammar Bakry. FOTO/IST
JAKARTA - Guru Besar Hukum Islam Kontemporer UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Prof Muammar Bakry menyampaikan, ulama dan umara (pemerintah) adalah dua elemen penting yang memiliki peran sangat signifikan terhadap perkembangan peradaban manusia. Keduanya perlu bersinergi untuk menyampaikan nilai-nilai kebaikan, kedamaian, kesejahteraan, dan ketenteraman masyarakat.
"Jika kedua elemen ini tidak menjalankan perannya sesuai dengan nilai-nilai kebaikan, maka masyarakat sangat mudah terombang-ambing dengan berbagai isu. Keduanya harus saling mendukung karena masing-masing punya power yang berbeda, kekuatan ada pada umara dan keagamaan ada pada ulama," kata Prof Muammar di Makassar, Rabu (22/11/2023).
Ia berharap masyarakat bisa melihat dengan jeli siapa yang dianggap sebagai ulama. Merupakan suatu kewajaran jika yang dianggap dan ditokohkan sebagai ulama adalah mereka yang telah memenuhi kriteria tertentu. Jangan sampai ada oknum belum pantas dikatakan sebagai ulama, tapi membuat pengakuan sepihak bahwa dirinya adalah seorang ulama.
Untuk itu, kata Prof Muammar, perlu dipahami bahwa pemenuhan kriteria untuk bisa dikatakan sebagai seorang ulama itu sangat berat. Sebagai ulama, seseorang harus memiliki penguasaan keagamaan yang sempurna dengan kajian pendalaman literasi yang cukup.
"Jika kedua elemen ini tidak menjalankan perannya sesuai dengan nilai-nilai kebaikan, maka masyarakat sangat mudah terombang-ambing dengan berbagai isu. Keduanya harus saling mendukung karena masing-masing punya power yang berbeda, kekuatan ada pada umara dan keagamaan ada pada ulama," kata Prof Muammar di Makassar, Rabu (22/11/2023).
Ia berharap masyarakat bisa melihat dengan jeli siapa yang dianggap sebagai ulama. Merupakan suatu kewajaran jika yang dianggap dan ditokohkan sebagai ulama adalah mereka yang telah memenuhi kriteria tertentu. Jangan sampai ada oknum belum pantas dikatakan sebagai ulama, tapi membuat pengakuan sepihak bahwa dirinya adalah seorang ulama.
Untuk itu, kata Prof Muammar, perlu dipahami bahwa pemenuhan kriteria untuk bisa dikatakan sebagai seorang ulama itu sangat berat. Sebagai ulama, seseorang harus memiliki penguasaan keagamaan yang sempurna dengan kajian pendalaman literasi yang cukup.
Lihat Juga :