Robohnya Etika Pemimpin Negeri Kami

Selasa, 14 November 2023 - 19:44 WIB
kami coba kuburkan dukalara

tapi perih tak bisa sembunyi

ia merebak kemana-mana

bumi memang tak sebatas pandang

dan udara luas menunggu

namun kalian takkan bisa menyingkir

ke mana pun melangkah

kalian pijak airmata kami

ke mana pun terbang

kalian kan hinggap di airmata kami

ke mana pun berlayar

kalian arungi air mata kami

kalian sudah terkepung

takkan bisa mengelak

takkan bisa kemana pergi

menyerahlah pada kedalaman air mata kami

Puisi Tardji, puluhan tahun silam dibacakan kembali di Galeri Seni Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Oktober lalu.Dan,air-matanya banjir dimana-mana dan kelu lidah dan bungkam mulut ini menjadi saksi kepedihan negeri yang roboh sudah etika para pemimpinnya.
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!