Hadiri Festival LIKE, Presiden Jokowi Ajak Jaga Kelestarian Lingkungan
Selasa, 19 September 2023 - 12:14 WIB
Persemaian modern juga telah dibangun di Mentawir. "Jadi IKN itu sebelum dibangun, persemaiannya sudah dibangun dulu. Kapasitasnya 15 juta per tahun. Bapak, Ibu bisa lihat sekarang ke Mentawir di Kalimantan Timur. Yang di dekat sini ada di Rumpin Bogor. Kapasitasnya 6 juta bibit per tahun. Ada bibit albasia (sengon), ada bibit eukaliptus, ada bibit duren, semua di situ ada," sambungnya.
Transisi menuju ekonomi hijau untuk menghadapi perubahan iklim, juga menjadi sorotan Jokowi. Berbagai aktivitas hijau seperti daur ulang sampah, produksi industri hijau, pembangunan kendaraan listrik, hingga penggunaan bahan bakar hijau terus dikerjakan oleh banyak negara.
Presiden mengingatkan perusahaan tambang untuk memiliki persemaian sehingga bisa langsung menanam pohon di area bekas tambangnya. "Setiap habis nambang langsung ditanam supaya tidak terjadi kerusakan lingkungan yang makin parah. Wajib karena sudah ada peraturan menterinya baru saja keluar," ucapnya.
Di penghujung sambutannya, Presiden kembali mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan hidup di Indonesia agar tetap hijau. "Marilah kita jaga lingkungan hidup kita baik yang biotik maupun abiotik sehingga negara kita ini tetap hijau, lingkungannya baik, udaranya bersih, dan kita bisa menikmati hidup di negara yang kita cintai ini," tandasnya.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya pada kesempatan ini melaporkan kepada Presiden Jokowi bahwa Festival LIKE dimaksudkan untuk menunjukkan kerja nyata dari langkah korektif pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan. Selama 3 hari penyelenggaraan Festival LIKE, telah menarik lebih hingga kurang lebih 37.000 pengunjung,
Menteri Siti menjelaskan kepada Presiden bahwa dalam dua hari kemarin juga telah dilakukan penandatanganan MoU antara produsen dan offtaker sampah dan industri daur ulang, serta pengembangan usaha oleh sebanyak 6 perusahaan. Selain itu juga terdapat MoU dan kerjasama inovasi sosial dan lingkungan, pendamping dan offtaker hutan sosial antara lain untuk kopi, madu, alpukat dan karet, oleh sebanyak 12 perusahaan dan 1 yayasan.
Transisi menuju ekonomi hijau untuk menghadapi perubahan iklim, juga menjadi sorotan Jokowi. Berbagai aktivitas hijau seperti daur ulang sampah, produksi industri hijau, pembangunan kendaraan listrik, hingga penggunaan bahan bakar hijau terus dikerjakan oleh banyak negara.
Presiden mengingatkan perusahaan tambang untuk memiliki persemaian sehingga bisa langsung menanam pohon di area bekas tambangnya. "Setiap habis nambang langsung ditanam supaya tidak terjadi kerusakan lingkungan yang makin parah. Wajib karena sudah ada peraturan menterinya baru saja keluar," ucapnya.
Di penghujung sambutannya, Presiden kembali mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan hidup di Indonesia agar tetap hijau. "Marilah kita jaga lingkungan hidup kita baik yang biotik maupun abiotik sehingga negara kita ini tetap hijau, lingkungannya baik, udaranya bersih, dan kita bisa menikmati hidup di negara yang kita cintai ini," tandasnya.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya pada kesempatan ini melaporkan kepada Presiden Jokowi bahwa Festival LIKE dimaksudkan untuk menunjukkan kerja nyata dari langkah korektif pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan. Selama 3 hari penyelenggaraan Festival LIKE, telah menarik lebih hingga kurang lebih 37.000 pengunjung,
Menteri Siti menjelaskan kepada Presiden bahwa dalam dua hari kemarin juga telah dilakukan penandatanganan MoU antara produsen dan offtaker sampah dan industri daur ulang, serta pengembangan usaha oleh sebanyak 6 perusahaan. Selain itu juga terdapat MoU dan kerjasama inovasi sosial dan lingkungan, pendamping dan offtaker hutan sosial antara lain untuk kopi, madu, alpukat dan karet, oleh sebanyak 12 perusahaan dan 1 yayasan.
Lihat Juga :