Menristek/Kepala BRIN Saksikan Penandatanganan Kesepakatan
Kamis, 30 Juli 2020 - 18:09 WIB
Menteri Bambang pada kesempatan tersebut mengungkapkan kegembiraannya karena hari ini triple helix di bidang energi nabati akhirnya bisa terealisasi. Menteri Bambang pun menyebut, butuh kegigihan dan “kegilaan” dalam merealisasikan pabrik katalis merah putih ini."Kita bisa menjadikan bensin nabati ini sebagai salah satu strategi nasional bersama dengan drone untuk militer dan industri garam yang terintegrasi. Semoga ITB bisa terus melakukan penelitian dan akhirnya hilirisasi di bidang bio energy," ungkap Menristek/Kepala BRIN.Saat ini kita harus mulai berpikir jangka panjang, jangan short term. Selain itu, kita juga harus mulai berpikir sumber energi yang visible dari segi ekonomi. "ITB sudah bisa mewujudkannya, tidak banyak universitas yang bisa melakukan ini," jelas Menteri Bambang.
Kunjungan Kerja ke Kampus LIPI
Selanjutnya Menteri Bambang menyambangi Kampus Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung untuk meninjau dan menindaklanjuti hilirisasi produk-produk inovasi hasil Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19.Menristek/Kepala BRIN di kampus LIP diterima oleh Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko dan jajarannya dan kemudian dilanjutkan dengan meninjau ke lapangan. Dalam kesempatan ini, Menteri Bambang berkesempatan melihat dari dekat alat-alat kesehatan yang dihasilkan LIPI antara lain perkembangan tes COVID-19 non-PCR test, Rapid Diagnostic Test (RDT) Microchip dan pengembangan produk Autonomous Ultraviolet C (UVC) Mobile Robot.
“Alat-alat ini merupakan hasil kolaborasi riset LIPI dengan beberapa pihak. Seperti RDT Microchip dikembangkan oleh LIPI dengan UGM, ITB, dan UNAIR. Alat ini merupakan alat deteksi dini untuk kasus suspek, kasus konfirmasi, dan kontak erat dengan menggunakan sensor Surface Plasmon Resonance (SPR). Selanjutnya Autonomous UVC Mobile Robot dikembangkan oleh LIPI dengan Universitas Telkom. Robot tersebut bertugas untuk melakukan desinfeksi dan sterilisasi pada ruang isolasi pasien positif COVID-19 tanpa campur tangan manusia secara langsung, sehingga mengurangi mengurangi risiko penularan antar manusia,” jelas Menteri Bambang.
Kunjungan Kerja ke PT Bio Farma
Kunjungan Kerja ke Kampus LIPI
Selanjutnya Menteri Bambang menyambangi Kampus Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung untuk meninjau dan menindaklanjuti hilirisasi produk-produk inovasi hasil Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19.Menristek/Kepala BRIN di kampus LIP diterima oleh Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko dan jajarannya dan kemudian dilanjutkan dengan meninjau ke lapangan. Dalam kesempatan ini, Menteri Bambang berkesempatan melihat dari dekat alat-alat kesehatan yang dihasilkan LIPI antara lain perkembangan tes COVID-19 non-PCR test, Rapid Diagnostic Test (RDT) Microchip dan pengembangan produk Autonomous Ultraviolet C (UVC) Mobile Robot.
“Alat-alat ini merupakan hasil kolaborasi riset LIPI dengan beberapa pihak. Seperti RDT Microchip dikembangkan oleh LIPI dengan UGM, ITB, dan UNAIR. Alat ini merupakan alat deteksi dini untuk kasus suspek, kasus konfirmasi, dan kontak erat dengan menggunakan sensor Surface Plasmon Resonance (SPR). Selanjutnya Autonomous UVC Mobile Robot dikembangkan oleh LIPI dengan Universitas Telkom. Robot tersebut bertugas untuk melakukan desinfeksi dan sterilisasi pada ruang isolasi pasien positif COVID-19 tanpa campur tangan manusia secara langsung, sehingga mengurangi mengurangi risiko penularan antar manusia,” jelas Menteri Bambang.
Kunjungan Kerja ke PT Bio Farma
Lihat Juga :