Kesaksian Mantan Santri Panji Gumilang, Ponpes Al Zaytun Punya Dua Dimensi
Sabtu, 05 Agustus 2023 - 14:17 WIB
Ikhsan mengungkapkan Al Zaytun yang dibuka pada 1999 itu, sampai saat ini tidak mempunyai masalah satupun terhadap kurikulumnya. "Jadi itu enggak perlu diucapkan lagi. Itu jadi stigma buruk buat kami yang mempunyai identitas yang dicantumkan sebagai alumni, sebagai santri," kata Ikhsan.
Baca juga: Kejagung Siapkan Tim Jaksa Peneliti Kasus Panji Gumilang
Secara prinsip santri Al Zaytun belajar sama dengan santri pesantren-pesantren lain. Belajar kurikulum yang ditetapkan oleh Kemenag lalu untuk pelajaran agamanya buku-buku kami juga adopsi dari kitab-kitab buku dari pesantren modern Gontor," kata Ikhsan.
Ikhsan mengungkapkan, para santri Al Zaytun menjadi korban di masyarakat akibat ulah Panji Gumilang.
"Kami ini enggak terlibat apa pun dalam case NII dan pengajaran-pengajarannya Panji Gumilang. Sebab Panji Gumilang hanya bertemu kami itu satu kali saja dalam seminggu di momentum setelah dzikir Jumat itu saja selebihnya itu engga ada. Kalaupun ada nanti di kepulangan santri, di apresiasi seni itu juga bukan membicarakan tentang mengajarkan sesuatu tidak Tapi bicara tentang perkembangan bangsa," ungkapnya.
Baca juga: Kejagung Siapkan Tim Jaksa Peneliti Kasus Panji Gumilang
Secara prinsip santri Al Zaytun belajar sama dengan santri pesantren-pesantren lain. Belajar kurikulum yang ditetapkan oleh Kemenag lalu untuk pelajaran agamanya buku-buku kami juga adopsi dari kitab-kitab buku dari pesantren modern Gontor," kata Ikhsan.
Ikhsan mengungkapkan, para santri Al Zaytun menjadi korban di masyarakat akibat ulah Panji Gumilang.
"Kami ini enggak terlibat apa pun dalam case NII dan pengajaran-pengajarannya Panji Gumilang. Sebab Panji Gumilang hanya bertemu kami itu satu kali saja dalam seminggu di momentum setelah dzikir Jumat itu saja selebihnya itu engga ada. Kalaupun ada nanti di kepulangan santri, di apresiasi seni itu juga bukan membicarakan tentang mengajarkan sesuatu tidak Tapi bicara tentang perkembangan bangsa," ungkapnya.
(cip)
Lihat Juga :