Bacaan dan Tempat
Sabtu, 15 Juli 2023 - 07:32 WIB
Roald Dahl tak pernah memunculkan adegan Matilda membaca buku di tablet. Bocah itu bersama buku-buku di rak. Pada saat membaca, ia berhadapan kertas. Kini, masalah buku makin dipermasalahkan dengan ribut-ribut dan argumentasi-argumentasi mudah patah gara-gara kertas dan elektronik.
Kita merindu menjadi Neil Gaiman atau Matilda. Zaman sudah berubah. Posisi diri di rumah atau perpustakaan tak lagi harus dipikirkan seperti masa lalu. Buku-buku tak selalu di rak atau lemari. Katalog tak cuma di kartu-kartu. Tubuh sedang membaca tanpa kewajiban di tangan tampak buku.
baca juga: Membaca Buku Dunia dan Indonesia
Kita bertambah masalah bila membuka buku berjudul 21 Lessons: 21 Adab untuk Abad 21 (2018) garapan Yuval Noah Harari. Ia bercerita bukan sebagai pengunjung perpustakaan atau pembaca buku di rumah. Cerita cukup mengejutkan sebagai penulis buku: “Ketika saya menerbitkan buku, penerbit meminta saya untuk menulis deskripsi singkat yang mereka gunakan untuk publikasi daring. Tetapi, mereka memilih pakar khusus, yang menyesuaikan apa yang saya tulis dengan selera algoritma Google .”
Kita sedang mendapat pengakuan tentang penulisan dan penerbitan buku tak lagi sama dengan puluhan tahun lalu. Yuval tetap memastikan buku-buku itu mendapat pembeli dibawa masuk rumah dan perpustakaan. Wujud buku pun bukan sekadar edisi kertas. Begitu.
Judul : Kenapa Masa Depan Kita Bergantung pada Perpustakaan,
Membaca, dan Melamun?
Penulis : Neil Gaiman, Julian Baggini, Maggie Gram
Penerjemah : Ageng Indra
Penerbit : Pojok Cerpen dan Tanda Baca
Cetak : II, 2023
Tebal : 58 halaman
ISBN : 978 623 5869 02 5
Kita merindu menjadi Neil Gaiman atau Matilda. Zaman sudah berubah. Posisi diri di rumah atau perpustakaan tak lagi harus dipikirkan seperti masa lalu. Buku-buku tak selalu di rak atau lemari. Katalog tak cuma di kartu-kartu. Tubuh sedang membaca tanpa kewajiban di tangan tampak buku.
baca juga: Membaca Buku Dunia dan Indonesia
Kita bertambah masalah bila membuka buku berjudul 21 Lessons: 21 Adab untuk Abad 21 (2018) garapan Yuval Noah Harari. Ia bercerita bukan sebagai pengunjung perpustakaan atau pembaca buku di rumah. Cerita cukup mengejutkan sebagai penulis buku: “Ketika saya menerbitkan buku, penerbit meminta saya untuk menulis deskripsi singkat yang mereka gunakan untuk publikasi daring. Tetapi, mereka memilih pakar khusus, yang menyesuaikan apa yang saya tulis dengan selera algoritma Google .”
Kita sedang mendapat pengakuan tentang penulisan dan penerbitan buku tak lagi sama dengan puluhan tahun lalu. Yuval tetap memastikan buku-buku itu mendapat pembeli dibawa masuk rumah dan perpustakaan. Wujud buku pun bukan sekadar edisi kertas. Begitu.
Judul : Kenapa Masa Depan Kita Bergantung pada Perpustakaan,
Membaca, dan Melamun?
Penulis : Neil Gaiman, Julian Baggini, Maggie Gram
Penerjemah : Ageng Indra
Penerbit : Pojok Cerpen dan Tanda Baca
Cetak : II, 2023
Tebal : 58 halaman
ISBN : 978 623 5869 02 5
(hdr)
Lihat Juga :