Kurangi Sampah lewat Kolaborasi Teknologi dan Edukasi

Jum'at, 07 Juli 2023 - 12:52 WIB
"Kami sudah punya 200 unit bank sampah untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi ecobrick. Meskipun volumenya masih kecil, namun kehadiran bank sampah untuk mengubah perilaku masyarakat untuk mengelola sampah," ujarnya.

Dia mengatakan, kehadiran bank sampah membuat masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Mereka mau memilah sampah dan membawa ke bank sampah untuk didaur ulang karena memberikan dampak ekonomi.

"Bank sampah di sini kami beri nama Tahilala yang artinya lumayan. Sebab, dari sampah yang sudah dipilah dan daur ulang, bisa ditukar dengan sedikit beras atau minyak goreng,” kata Fei.

Pengalaman hampir serupa diungkapkan Ahmad Prasetya Ibnu Toat yang mengelola bank sampah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sejak 2018 kegiatannya fokus di wilayah Kecamatan Muncar yang memiliki pelabuhan tradisional besar dan jumlah banyak sekitar 130.000 jiwa.

"Kehadiran bank sampah atau TPS di sini bukan hanya untuk mengelola sampah, terutama sampah plastik. Bahkan cara tempat pengelolaan sampah kami menjadi salah satu tujuan wisata, sehingga memberikan dampak ekonomi dan selaras dengan tujuan pemerintah Banyuwangi membangun wisata daerah," ujarnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!