Wamen LH Sebut Inovasi Penutup Tumpukan Sampah Berbahan Singkong Ramah Lingkungan
Kamis, 18 Desember 2025 - 11:40 WIB
loading...
Wamen LH Diaz Hendropriyono menyatakan Kementerian Lingkungan Hidup mendukung penuh inovasi anak bangsa yang memberikan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pionir teknologi material berkelanjutan, Greenhope, menghadirkan inovasi penutup sampah ramah lingkungan berbahan dasar sari pati singkong sebagai solusi atas permasalahan pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia.
Produk bioplastik ini berbentuk lembaran menyerupai film plastik dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang hingga 250 meter, serta ketebalan sekitar 80 mikron. Dirancang sejak 2017, pelapis ini berfungsi sebagai penutup sementara tumpukan sampah di TPA dan mampu terurai secara alami dalam waktu sekitar tiga bulan tanpa menghasilkan mikroplastik.
Teknologi tersebut diperkenalkan dalam forum interaktif yang dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono di pabrik Greenhope, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Rabu, 17 Desember 2025.
Baca juga: Fasilitas Pengolahan Sampah Mandiri Bintaro Diresmikan, Kapasitas 60 Ton per Hari
Co-Founder & CEO Greenhope Tommy Tjiptadjaja menjelaskan pelapis ini membantu proses biodegradasi sampah dengan menguraikannya menjadi cairan H₂O, gas alami seperti CO₂, serta biomassa tanah.
Produk bioplastik ini berbentuk lembaran menyerupai film plastik dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang hingga 250 meter, serta ketebalan sekitar 80 mikron. Dirancang sejak 2017, pelapis ini berfungsi sebagai penutup sementara tumpukan sampah di TPA dan mampu terurai secara alami dalam waktu sekitar tiga bulan tanpa menghasilkan mikroplastik.
Teknologi tersebut diperkenalkan dalam forum interaktif yang dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono di pabrik Greenhope, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Rabu, 17 Desember 2025.
Baca juga: Fasilitas Pengolahan Sampah Mandiri Bintaro Diresmikan, Kapasitas 60 Ton per Hari
Co-Founder & CEO Greenhope Tommy Tjiptadjaja menjelaskan pelapis ini membantu proses biodegradasi sampah dengan menguraikannya menjadi cairan H₂O, gas alami seperti CO₂, serta biomassa tanah.
Lihat Juga :