Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat Perairan, NHM Bekali Tim ERT Standar Open Water Dive
Selasa, 07 Juli 2026 - 13:30 WIB
loading...
Personel ERT NHM tuntaskan Program Serti?kasi Lisensi Penyelaman.
A
A
A
Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan kondisi darurat di perairan, tim Emergency Response Team (ERT) PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) telah berhasil merampungkan program sertifikasi kompetensi penyelaman (diving license) profesional yang diselenggarakan selama tujuh hari.
Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan secara intensif di beberapa lokasi strategis, yang diawali dengan sesi teori di ERT Station Gosowong pada 26 Juni 2026. Selanjutnya, sesi praktik lapangan dilakukan di Pelabuhan Barnabas pada 27 Juni 2026, Pulau Bobale pada 28 Juni 2026, serta di Pulau Pawole, Tobelo, Halmahera Utara, pada periode 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Pelatihan ini diikuti oleh lima peserta yang terdiri dari empat personil tim Emergency Response Team (ERT) serta satu perwakilan dari departemen Government Relation (Govrel) & Permitting. Dalam pelaksanaannya, program ini menghadirkan instruktur dari Professional Association of Diving Instructors (PADI) Asia Pacific, Tommy Chandra, ID: 308469 selaku Open Water Scuba Instructor (OWSI) untuk memastikan materi yang diberikan sesuai dengan standar internasional.
Deputy Director of Operation (DDO) / KTT, Rara Dodo Lawolo, menegaskan bahwa ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat kapabilitas tim ERT untuk menghadapi tantangan teknis yang lebih kompleks di lingkungan perairan. Dengan kepemilikan lisensi profesional ini, diharapkan para personel memiliki kualifikasi yang mumpuni untuk mendukung operasi penyelamatan bawah air yang aman dan efektif.
"Pencapaian ini merupakan tonggak sejarah yang signifikan bagi NHM, mengingat untuk pertama kalinya tim kami berhasil memperoleh sertifikasi penyelaman open ater secara resmi. Pelatihan tersebut sangat relevan dengan karakteristik operasional di NHM yang mencakup area perairan luas,seperti fasilitas pelabuhan dan polishing pond. Meskipun diharapkan situasi darurat tidak terjadi, tim kami ready jika diperlukan,” pungkasnya.
Selain guna memenuhi kebutuhan internal perusahaan, lanjut Rado, kompetensi ini juga diproyeksikan sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung misi kemanusiaan bagi masyarakat maupun pemerintah di masa mendatang jika diperlukan.
Di akhir kegiatan, instruktur Tommy Chandra memberikan evaluasi mendalam mengenai perkembangan para penyelam bahwa penguasaan fondasi dasar di level open ater dan pencapaian kenyamanan di bawah air jauh lebih krusial daripada sekadar mengejar jenjang berikutnya. Ia menekankan bahwa, sebagai penyelam pemula, sangat penting bagi personel untuk memperbanyak jam terbang agar lebih familiar dengan lingkungan laut serta peralatan yang digunakan.
Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan secara intensif di beberapa lokasi strategis, yang diawali dengan sesi teori di ERT Station Gosowong pada 26 Juni 2026. Selanjutnya, sesi praktik lapangan dilakukan di Pelabuhan Barnabas pada 27 Juni 2026, Pulau Bobale pada 28 Juni 2026, serta di Pulau Pawole, Tobelo, Halmahera Utara, pada periode 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Pelatihan ini diikuti oleh lima peserta yang terdiri dari empat personil tim Emergency Response Team (ERT) serta satu perwakilan dari departemen Government Relation (Govrel) & Permitting. Dalam pelaksanaannya, program ini menghadirkan instruktur dari Professional Association of Diving Instructors (PADI) Asia Pacific, Tommy Chandra, ID: 308469 selaku Open Water Scuba Instructor (OWSI) untuk memastikan materi yang diberikan sesuai dengan standar internasional.
Deputy Director of Operation (DDO) / KTT, Rara Dodo Lawolo, menegaskan bahwa ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat kapabilitas tim ERT untuk menghadapi tantangan teknis yang lebih kompleks di lingkungan perairan. Dengan kepemilikan lisensi profesional ini, diharapkan para personel memiliki kualifikasi yang mumpuni untuk mendukung operasi penyelamatan bawah air yang aman dan efektif.
"Pencapaian ini merupakan tonggak sejarah yang signifikan bagi NHM, mengingat untuk pertama kalinya tim kami berhasil memperoleh sertifikasi penyelaman open ater secara resmi. Pelatihan tersebut sangat relevan dengan karakteristik operasional di NHM yang mencakup area perairan luas,seperti fasilitas pelabuhan dan polishing pond. Meskipun diharapkan situasi darurat tidak terjadi, tim kami ready jika diperlukan,” pungkasnya.
Selain guna memenuhi kebutuhan internal perusahaan, lanjut Rado, kompetensi ini juga diproyeksikan sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung misi kemanusiaan bagi masyarakat maupun pemerintah di masa mendatang jika diperlukan.
Di akhir kegiatan, instruktur Tommy Chandra memberikan evaluasi mendalam mengenai perkembangan para penyelam bahwa penguasaan fondasi dasar di level open ater dan pencapaian kenyamanan di bawah air jauh lebih krusial daripada sekadar mengejar jenjang berikutnya. Ia menekankan bahwa, sebagai penyelam pemula, sangat penting bagi personel untuk memperbanyak jam terbang agar lebih familiar dengan lingkungan laut serta peralatan yang digunakan.
Lihat Juga :