Jangan Mati Syahid di Tanah Suci Dulu Ya
Sabtu, 03 Juni 2023 - 12:02 WIB
Sesungguhnya usia manusia kuno jauh lebih pendek. Usia 40 tahun sudah dianggap seratus tahun, karena gigi sudah keropos, badan kurus kering, jalan sudah membungkuk, dan ingatan sudah sulit karena buruknya fasilitas rumah, jalan, kendaraan, serta ilmu Kesehatan.
Indonesia juga mengalami hal yang sama. Manusia Indonesia bertambah tua. Itu terefleksi dalam ibadah haji 2023. Tahun ini rekor lanjut usia mencapai puncaknya, tentu karena faktor pandemi Covid-19 sehingga tahun sebelumnya tak tertampung hajinya. Bebannya ada pada tahun ini.
Patut dicatat, prestasi Kementerian Agama (Kemenag) tahun lalu dengan berbagai penghargaan, salah satunya, meningkatnya kepuasan layanan haji versi Badan Pusat Statistik (BPS) dengan angka 90, 45. Angka tertinggi sepanjang sejarah kementerian ini. Pernah mencapai skor 90 pada tahun 2010.
Yang melaksanakan ibadah tahun haji tahun lalu lalu rata-rata sehat dan di bawah usia lansia. Dengan begitu angka kecelakaan menjadi minim. Saat ini sebaliknya, tantangan berat adalah tingginya angka lansia: 67,199, ini jumlah terbesar sepanjang penyelengaraan haji.
Tahun 2018 menempati kedua urutannya, yaitu berjumlah 32.499 lansia. Prosentase lansia tahun ini sebesar 30% dari total jemaah yang berangkat 221.000 orang.
Bagaimana mempertahankan prestasi pelayanan agar angka kecelakaan dan kematian rendah? Kemenag sudah mempersiapkan dengan cermat dalam mengantisipasi pelaksanaan haji tahun ini.
Sesuai dengan harapan harapan kita semua, para jemaah lansia agar selamat sampai rumah Indonesia kembali setelah melaksanakan ibadah haji. Pak dan Bu haji akan tersematkan di depan nama, dan pulangnya ibadahnya mabrur dan disambut anggota keluarga, handai tolan, tetangga, dan rekan-rekan di Tanah Air.
Jangan bayangkan terjadinya kecelakaan apalagi kematian. Jangan meninggal dulu di Tanah Suci adalah tugas yang harus dipikul penyelenggara ibadah haji tahun ini.
Indonesia juga mengalami hal yang sama. Manusia Indonesia bertambah tua. Itu terefleksi dalam ibadah haji 2023. Tahun ini rekor lanjut usia mencapai puncaknya, tentu karena faktor pandemi Covid-19 sehingga tahun sebelumnya tak tertampung hajinya. Bebannya ada pada tahun ini.
Patut dicatat, prestasi Kementerian Agama (Kemenag) tahun lalu dengan berbagai penghargaan, salah satunya, meningkatnya kepuasan layanan haji versi Badan Pusat Statistik (BPS) dengan angka 90, 45. Angka tertinggi sepanjang sejarah kementerian ini. Pernah mencapai skor 90 pada tahun 2010.
Yang melaksanakan ibadah tahun haji tahun lalu lalu rata-rata sehat dan di bawah usia lansia. Dengan begitu angka kecelakaan menjadi minim. Saat ini sebaliknya, tantangan berat adalah tingginya angka lansia: 67,199, ini jumlah terbesar sepanjang penyelengaraan haji.
Tahun 2018 menempati kedua urutannya, yaitu berjumlah 32.499 lansia. Prosentase lansia tahun ini sebesar 30% dari total jemaah yang berangkat 221.000 orang.
Bagaimana mempertahankan prestasi pelayanan agar angka kecelakaan dan kematian rendah? Kemenag sudah mempersiapkan dengan cermat dalam mengantisipasi pelaksanaan haji tahun ini.
Sesuai dengan harapan harapan kita semua, para jemaah lansia agar selamat sampai rumah Indonesia kembali setelah melaksanakan ibadah haji. Pak dan Bu haji akan tersematkan di depan nama, dan pulangnya ibadahnya mabrur dan disambut anggota keluarga, handai tolan, tetangga, dan rekan-rekan di Tanah Air.
Jangan bayangkan terjadinya kecelakaan apalagi kematian. Jangan meninggal dulu di Tanah Suci adalah tugas yang harus dipikul penyelenggara ibadah haji tahun ini.
Lihat Juga :