Jangan Mati Syahid di Tanah Suci Dulu Ya
Sabtu, 03 Juni 2023 - 12:02 WIB
Kemenag menyiapkan fasilatas dan sarana terbaiknya untuk hak-hak lansia. Sejak berangkat, di dalam perjalanan, selama melaksanakan ibadah haji, sampai pulang kembali Kementrian tersebut berkomitmen untuk berperan aktif menjaga para lansia.
Di samping itu, mereka juga diharapkan mandiri dan menjaga diri sendiri. Pendampingan juga diharapkan maksimal meliputi kenyamanan psikologi, mental, dan sosial. Antarjemaah juga hendaknya saling menolong.
Jumlah petugas PPIH (Pembimbing Jemaah) juga ditambah, merekrut sekitar 4.200 orang khusus diperuntukkan para lansia. Petugas kloter dan nonkloter diintensifkan. Peralatan seperti kruk, walker, tongkat dan kursi roda juga disiapkan.
Petugas diharapkan memegangi moto haji ramah lansia. Sarana komunikasi, prosedur keselamatan, antisipasi kesehatan, dan transportasi yang mudah dan efektif agar lebih siap lagi.
Demi antisipasi ibadahnya, pada tahun ini Kemenag juga menyiapkan buku manual tentang Haji Ramah Lansia. Buku Saku juga sudah diedarkan melalui cetak dan versi pdf. Karena antisipasi keterbatasan Lansia, yang menyangkut manasik, juga disiapkan petunjuk khusus manasik lansia.
Kemenag benar-benar siap untuk melayani ini. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan dalam pengantarnya: “…tahun ini penyelenggaran haji mengusun platform penyelenggaraan haji yang berkeadilan dan ramah Lansia, sehingga buku paket bimbingan manasik haji kali ini memasukkan Manasik Haji bagi Lansia.”
Menurutnya, jemaah haji Lansia adalah prioritas layanan. Hukum ibadah dan manasik tentu mendapatkan banyak keringanan (rukhshah) bagi yang berhalangan.
Doa kita jangan terjadi kecelakaan. Jangan meninggal syahid dulu di Tanah Suci. Pulanglah dengan selamat di rumah sudah ditunggu keluarga dan handai taulan.
Di samping itu, mereka juga diharapkan mandiri dan menjaga diri sendiri. Pendampingan juga diharapkan maksimal meliputi kenyamanan psikologi, mental, dan sosial. Antarjemaah juga hendaknya saling menolong.
Jumlah petugas PPIH (Pembimbing Jemaah) juga ditambah, merekrut sekitar 4.200 orang khusus diperuntukkan para lansia. Petugas kloter dan nonkloter diintensifkan. Peralatan seperti kruk, walker, tongkat dan kursi roda juga disiapkan.
Petugas diharapkan memegangi moto haji ramah lansia. Sarana komunikasi, prosedur keselamatan, antisipasi kesehatan, dan transportasi yang mudah dan efektif agar lebih siap lagi.
Demi antisipasi ibadahnya, pada tahun ini Kemenag juga menyiapkan buku manual tentang Haji Ramah Lansia. Buku Saku juga sudah diedarkan melalui cetak dan versi pdf. Karena antisipasi keterbatasan Lansia, yang menyangkut manasik, juga disiapkan petunjuk khusus manasik lansia.
Kemenag benar-benar siap untuk melayani ini. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan dalam pengantarnya: “…tahun ini penyelenggaran haji mengusun platform penyelenggaraan haji yang berkeadilan dan ramah Lansia, sehingga buku paket bimbingan manasik haji kali ini memasukkan Manasik Haji bagi Lansia.”
Menurutnya, jemaah haji Lansia adalah prioritas layanan. Hukum ibadah dan manasik tentu mendapatkan banyak keringanan (rukhshah) bagi yang berhalangan.
Doa kita jangan terjadi kecelakaan. Jangan meninggal syahid dulu di Tanah Suci. Pulanglah dengan selamat di rumah sudah ditunggu keluarga dan handai taulan.
(poe)
Lihat Juga :