Gugus Tugas COVID-19 Diganti, Anggota Tim Pakar Beberkan Lemahnya Koordinasi

Rabu, 22 Juli 2020 - 11:11 WIB
Masalah berikutnya mencakup kemampuan daerah merencanakan dan melaksanakan strategi penanganan Corona. Menurut Gani, potensi itu nantinya juga bisa terjadi dalam pemulihan ekonomi.

Sejumlah masalah itu diduga membuat masyarakat mulai lelah karena 3-4 bulan penanganan COVID-19 dan harus menjalani pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kondisi itu mendorong disiplin masyarakat mengikuti protokol kesehatan cenderung rendah.

“Ini menyebabkan angka kasus yang ditemukan melonjak naik. Proyeksi kita yang seharusnya April kemarin terjadi peak (puncak) meleset semua. Kita belum tahu puncaknya di mana ini,” paparnya.

Persoalan lainnya, sebut Gani, masih lemahnya peran aparat dalam mendukung pelaksanaan atau enforcement protokol kesehatan. Saat PSBB berlangsung, dalam pengamatan Gani, masih banyak petugas hanya duduk di pos tanpa mengawasi lalu lintas orang. (Baca juga: Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Didesak Prioritaskan Sektor Kesehatan)

Ia berharap adanya komite yang membawahi satuan tugas (Satgas) penanganan COVID-19 dan satgas pemulihan dan transformasi ekonomi nasional, bisa bekerja lebih baik dalam melakukan tugas dan fungsinya sesuai Perpres 82/2020.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!