Sejarah KRI Teluk Bone-511, Kapal Perang Peninggalan Perang Dunia II
Jum'at, 17 Februari 2023 - 05:08 WIB
Mayor Laut (P) M.H. Poerbosisworo menjadi komandan pertama KRI ini. Lalu, KRI ini dialihbinakan ke Kolinlamil pada 1 Januari 1990. Perlu diketahui bahwa nama Teluk Bone pada KRI ini diambil dari nama sebuah teluk di sebelah selatan Pulau Sulawesi.
Baca: TNI AL Bakal Kedatangan Kapal Perang Penyapu Ranjau dari Jerman Akhir Tahun Ini
Eksistensi KRI ini tidak terlepas dari upaya-upaya TNI AL dalam rangka mempertahankan kesiapan teknis KRI melalui program Perpanjangan Usia Pakai (PUP). Kapal seberat 2.160 ton ini mampu mengangkut 17 tank dengan beberapa jenis kendaraan.
Selama ini, kapal perang terbesar banyak dilibatkan dalam operasi militer seperti Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Sejumlah operasi yang pernah melibatkan KRI ini di antaranya Operasi Seroja Timor-Timur, Operasi Dwikora, Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya, pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan daerah rawan (Pamrahwan).
Kemudian, pengamanan daerah perbatasan (Pamtas), TNI/ABRI Masuk Desa, operasi penanggulangan bencana alam di Padang, Nias serta tsunami di Aceh, dan pengamanan pulau-pulau terluar (Pamputer). Pada 25 April 2013, Letkol Laut (P) Bayu Alisyahbana menjabat sebagai komandan kapal ini.
Kapal itu aktif melaksanakan operasi angkutan laut mendukung pergeseran pasukan Pamrahwan, Pamtas, Pamputer, maupun tugas-tugas yang lain. Tak hanya itu, kapal perang yang bermarkas di Surabaya itu juga berperan dalam menanamkan jiwa bahari bagi generasi muda.
Tidak sedikit masyarakat umum maupun dari kalangan dunia kependidikan untuk melihat dari dekat, baik untuk program field trip maupun sebagai wisata yang bernuansa sejarah yang mengandung nilai edukasi bermanfaat guna menambah wawasan tentang dunia kemartiman.
Baca: TNI AL Bakal Kedatangan Kapal Perang Penyapu Ranjau dari Jerman Akhir Tahun Ini
Eksistensi KRI ini tidak terlepas dari upaya-upaya TNI AL dalam rangka mempertahankan kesiapan teknis KRI melalui program Perpanjangan Usia Pakai (PUP). Kapal seberat 2.160 ton ini mampu mengangkut 17 tank dengan beberapa jenis kendaraan.
Selama ini, kapal perang terbesar banyak dilibatkan dalam operasi militer seperti Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Sejumlah operasi yang pernah melibatkan KRI ini di antaranya Operasi Seroja Timor-Timur, Operasi Dwikora, Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya, pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan daerah rawan (Pamrahwan).
Kemudian, pengamanan daerah perbatasan (Pamtas), TNI/ABRI Masuk Desa, operasi penanggulangan bencana alam di Padang, Nias serta tsunami di Aceh, dan pengamanan pulau-pulau terluar (Pamputer). Pada 25 April 2013, Letkol Laut (P) Bayu Alisyahbana menjabat sebagai komandan kapal ini.
Kapal itu aktif melaksanakan operasi angkutan laut mendukung pergeseran pasukan Pamrahwan, Pamtas, Pamputer, maupun tugas-tugas yang lain. Tak hanya itu, kapal perang yang bermarkas di Surabaya itu juga berperan dalam menanamkan jiwa bahari bagi generasi muda.
Tidak sedikit masyarakat umum maupun dari kalangan dunia kependidikan untuk melihat dari dekat, baik untuk program field trip maupun sebagai wisata yang bernuansa sejarah yang mengandung nilai edukasi bermanfaat guna menambah wawasan tentang dunia kemartiman.
Lihat Juga :