ILR: Tak Ada Korelasi Hukuman Mati dengan Penurunan Narkoba

Kamis, 30 April 2015 - 07:36 WIB
ILR: Tak Ada Korelasi...
ILR: Tak Ada Korelasi Hukuman Mati dengan Penurunan Narkoba
A A A
JAKARTA - Kritik terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) atas dijalankannya eksekusi mati tahap kedua terhadap delapan terpidana mati kasus narkoba terus mengalir.

Peneliti Indonesian Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar menilai, pemerintah telah mengambil langkah yang keliru jika menganggap eksekusi mati bisa mengurangi peredaran narkoba di Tanah Air dan memberikan efek jera bagi para bandar barang haram tersebut.

"Menurut penelitian UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime), salah satu organ dari PBB, tidak ada korelasi antara hukuman mati dan penurunan pemakaian narkoba. Sehingga, UNODC mengimbau seluruh anggota PBB untuk menghapuskan hukuman mati," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Kamis (30/4/2015).

Dia melanjutkan, pihaknya sangat sepakat dengan hasil dan rekemondasi UNODC tersebut. Apalagi, lanjutnya, sampai sekarang tidak ada penelitian empirik di Indonesia yang menyatakan ada korelasi hukuman mati dengan penurunan pengunaan narkoba.

"Belum ada satupun penelitian yang menunjukkan korelasinya. Artinya, yang menyatakan ada implikasi hukuman mati terhadap penggunaan narkoba baru sebatas asumsi," jelasnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah menjalankan eksekusi mati tahap kedua terhadap delapan terpidana mati kasus narkoba di Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah, sekitar pukul 00.30 WIB, Rabu 29 April 2015 dini hari.

Mereka yang dieksekusi adalah Rodrigo Gularte dari Brazil, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan asal Australia, Martin Anderson (Ghana), Raheem A Salami, Sylvester Obiekwe, dan Okwudili Oyatanze dari Nigeria serta Zainal Abidin asal Indonesia.
(kri)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik MBG Andri Mulyono Jadi Tersangka
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved