Memberdayakan Kaum Petani

Sabtu, 28 Maret 2015 - 10:25 WIB
Memberdayakan Kaum Petani
Memberdayakan Kaum Petani
A A A
Fileksius Gulo
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta


Sebagian besar petani kita masih merupakan petani subsistem dengan segala keterbatasan mereka, khususnya dalam bidang penguasaan teknologi pertanian yang modern.

Di sisi lain, sektor pertanian Indonesia kurang memperoleh perhatian pemerintah dalam pengembangannya secara menyeluruh apabila dibandingkan dengan perhatian pemerintah pada sektor industri. Sektor pertanian bahkan harus menyubsidi sektor industri melalui penetapan harga padi yang rendah.

Sementara industri mendesak sektor pertanian dari lahan yang subur ke lahan yang marginal seperti lahan gembut, lalu upaya pembangunan pertanian yang seharusnya mengubah kedudukan dari ”peasant” ke ”farmer’ menjadi sangat tersendat-sendat. Telah terbukti bahwa sektor pertanian telah mampu menjadi tumpuan kehidupan masyarakat yang sedang menghadapi krisis ekonomi, sektor pertanian juga berperan sebagai suatu ”primary sector” dalam proses pembangunan.

Namun, tetap dibutuhkan investasi yang mahal untuk membangun sebuah agroindustri yang mampu menjadi mesin pendorong pembangunan ekonomi yang andal. Di samping itu, untuk membangun suatu agroindustri akan menghadapi tantangan yang berasal dari perubahan-perubahan yang terjadi pada masa kini yang cenderung didominasi oleh negara-negara maju.

Sejarah telah membuktikan bahwa ketahanan sektor pertanian dalam menghadapi rentetan krisis ekonomi, krisis moneter, maupun krisis pembangunan di Indonesia. Semula industrialisasi diandalkan sebagai suatu model pembangunan yang mampu memecahkan masalah keterbelakangan negara berkembang dan negara Indonesia.

Namun ketika krisis menimpa negara kita, pembangunan sektor pertanian kembali menjadi harapan dan tumpuan baru bagi para perencana pembangunan. Memberdayakan kaum petani adalah tanggung jawab kita untuk menyelamatkan sejarah agraria Indonesia. Pemerintah diharapkan dapat memberikan pendidikan dan pelatihan-pelatihan terhadap kaum petani.

Melalui pendidikan dan pelatihan-pelatihan yang terprogram secara sistematis dan berkeadilan, barangkali kita tidak takut bermimpi ketika melihat para petani kita hidup sejahtera dalam menghadapi persaingan yang begitu kompleks. Semoga!
(ars)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Infografis
4 Presiden Termiskin...
4 Presiden Termiskin di Dunia, Sumbangkan 90% Gajinya untuk Kaum Susah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved