Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Kamis, 15 April 2021 - 20:40 WIB
loading...
Salah satu inisiator Partai Ummat Agung Mozin. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Munculnya wacana Poros Partai Islam atau Poros Islam di Pemilu 2024 setelah pertemuan antara petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ditanggapi salah satu inisiator Partai Ummat Agung Mozin. Kata dia, rencana itu baik tapi harus didukung fakta-fakta yang objektif dengan posisi masing-masing partai saat ini
"Saya nggak paham dengan wacara Poros Partai Islam di 2024 yang dilakukan oleh PPP yang pro pemerintah dengan PKS yang menjadi agak oposisi kepada pemerintah. Saya memaknai pertemuan tersebut sebagai potret kepanikan dari PPP saja yang sudah ditinggalkan oleh pendukungnya," kata Agung kepada SINDOnews, Kamis (15/4/2021).
Bang Amoz, sapaan akrab Agung Mozin, lantas mengingatkan kepada pemilih dalam hal ini umat Islam agar jeli membedakan mana loyang mana emas pada Pemilu 2024.
Baca juga: Yusril Sarankan PPP-PKS Bentuk Koalisi Partai Islam, PBB Siap Aktif Bergabung
"Rakyat sedang menunggu Partai Ummat sebagai partai alternatif yang menyuarakan hati dan pikiran umat Islam yaitu berdiri tegak lurus menyuarakan ketidakadilan dan kezaliman bahkan rasa takut yang menyelimuti perasaan umat Islam," tegasnya.
"Saya nggak paham dengan wacara Poros Partai Islam di 2024 yang dilakukan oleh PPP yang pro pemerintah dengan PKS yang menjadi agak oposisi kepada pemerintah. Saya memaknai pertemuan tersebut sebagai potret kepanikan dari PPP saja yang sudah ditinggalkan oleh pendukungnya," kata Agung kepada SINDOnews, Kamis (15/4/2021).
Bang Amoz, sapaan akrab Agung Mozin, lantas mengingatkan kepada pemilih dalam hal ini umat Islam agar jeli membedakan mana loyang mana emas pada Pemilu 2024.
Baca juga: Yusril Sarankan PPP-PKS Bentuk Koalisi Partai Islam, PBB Siap Aktif Bergabung
"Rakyat sedang menunggu Partai Ummat sebagai partai alternatif yang menyuarakan hati dan pikiran umat Islam yaitu berdiri tegak lurus menyuarakan ketidakadilan dan kezaliman bahkan rasa takut yang menyelimuti perasaan umat Islam," tegasnya.
Lihat Juga :