Menjadi Negara Berdikari

Jum'at, 02 Januari 2015 - 09:43 WIB
Menjadi Negara Berdikari
Menjadi Negara Berdikari
A A A
Ada suatu istilah bahwa negara maju adalah yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkarakter secara budaya. Indonesia harus memiliki ketiga aspek ini supaya bisa sejajar dengan negara maju yang lain Seperti Amerika, Jepang, Singapura.

Tak ayal, untuk mencapai posisi itu Indonesia harus berjuang mati-matian. Sebab, menjadi negara maju merupakan dambaan setiap negara sehingga mau tak mau harus ada persaingan di antara mereka. Salah satu persaingan atau kompetisi yang ada terdaoat pada istilah kedua, mandiri secara ekonomi.

Kemapanan ekonomi ini diperlukan sebagai tolok ukur kesejahteraan suatu negara dan mereka yang mapan perekonomiannya inilah sebagai pemenang. Dengan kata lain, mereka mampu bersaing sehat serta sigap dalam menghadapi tantangan. Menjelang tahun 2015 inilah salah satu tantangan negara kita untuk menunjukkan pada negara lain, bahwa Indonesia bisa.

Tepatnya, akhir tahun 2015 ke depan Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)/ASEAN Economic Community (AEC). MEA merupakan suatu jalur perdagangan bebas antar negara ASEAN. Semua negara bebas berdagang antar kawasan negara ASEAN tanpa harus membayar bea-cukai bila berdagang ke negara lain dan mendapat gangguan.

Dengan demikian, yang terjadi adalah mereka akan bersaing memperebutkan hati pelanggan, khususnya daerah Asia Tenggara. Berbeda dengan sebelumnya, perdagangan yang terjadi hanya sebatas persaingan dengan satu kawasan negara saja. Namun, dengan adanya MEA ini pedagang dari anggota negara ASEAN berhak berdagang di negara ASEAN mana pun yang di inginkan.

Kabar baiknya, MEA akan menjadi ajang kompetisi yang sehat bagi anggotanya. Selain itu, dapat mempererat hubungan persaudaraan antarnegara serta membantu menyejahterakan ekonomi masyarakat. Khususnya untuk negara ASEAN sendiri. Adanya MEA ini diharapkan mampu menjadi terobosan baru yang positif dan berhasil, supaya negara ASEAN bisa sejahtera. Di sisi lain, kita lihat bangsa kita sendiri. Dalam hal perdagangan bebas ini, siapkah Indonesia menghadapinya?
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved