11 Calon Dirjen Pajak Dapat Catatan KPK
Kamis, 25 Desember 2014 - 00:12 WIB
11 Calon Dirjen Pajak Dapat Catatan KPK
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan catatan terhadap beberapa nama dari 11 calon Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Penegasana itu disampaikan Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Dirjen Pajak Mardiasmo, usai menyerahkan nama-nama dan berdiskusi dengan pimpinanan KPK.
Mardiasmo keluar dari dalam Gedung KPK sekitar pukul 21.07 WIB. Diskusi ini berlangsung lebih dari satu jam.
Saat keluar ruang steril, Mardiasmo membenarkan 11 nama calon sudah disampaikan ke pimpinan KPK untuk ditelusuri rekam jejaknya.
KPK, kata dia memberikan analisis terkait nama-nama tersebut. Tapi tuturnya, KPK tidak memberikan catatan merah, kuning, dan hijau seperti saat penelusuran rekam jejak calon menteri Kabinet Kerja.
"Nama-namanya yang 11 sudah ada di pengumuman resmi pansel itu. Ada beberapa catatan, ada beberapa masukan. Enggak ada istilah itu (merah, kuning, dan hijau). Kita tangani dengan pansel nanti," kata Mardiasmo di depan mobil Toyota Alphard hitam B 1847 RFS, Gedung KPK, Jakarta, Rabu (24/12/2014) malam.
Diminta menyebutkan siapa saja 11 nama calon, Mardiasmo menuturkan, namanya sudah tercantum di websitenya Kemenkeu. Dia menyatakan, dalam proses seleksi, Kemenkeu khususnya panitia tidak merahasiakan apapun.
Lebih lanjut ungkap dia, penyerahan ke KPK adalah penyerahan terakhir. Pasalnya, sebelum ini pansel sudah menyerahkan ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Badan Intelijen Nasional (BIN).
"Dari semuanya kita tabulasikan dan wawancara kemarin kita keluarkan sesuai dengan semua informasi yang sdh didapatkan terus diambil yang terbaik. Kita tinggal mengerucutkan berapa," paparnya.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) ini melanjutkan, proses penelusuran rekam jejak tiga lembaga itu diperkirakan segera rampung dalam waktu dekat.
Rencana dari KPK, hasilnya akan didapat Senin 29 Agustus 2014. Sehari berselang, nama-nama hasil penelusuran itu akan diserahkan ke Kemenkeu.
"Wawancara terakhir pada Kementerian Keuangan," imbuhnya.
Disinggung apakah alasan pansel menyerahkan ke KPK karena di antara 11 calon ada yang diduga bermasalah atau bagian dari mafia pajak, Mardiasmo menampiknya.
Menurutnya, pansel ingin klarifikasi, ingin mendapat informasi yang terbaik, komprehensif, dan utuh.
"Kita tidak hanya dari BIN, PPATK, tapi kita juga minta dari KPK supaya lengkap," tandasnya.
Penegasana itu disampaikan Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Dirjen Pajak Mardiasmo, usai menyerahkan nama-nama dan berdiskusi dengan pimpinanan KPK.
Mardiasmo keluar dari dalam Gedung KPK sekitar pukul 21.07 WIB. Diskusi ini berlangsung lebih dari satu jam.
Saat keluar ruang steril, Mardiasmo membenarkan 11 nama calon sudah disampaikan ke pimpinan KPK untuk ditelusuri rekam jejaknya.
KPK, kata dia memberikan analisis terkait nama-nama tersebut. Tapi tuturnya, KPK tidak memberikan catatan merah, kuning, dan hijau seperti saat penelusuran rekam jejak calon menteri Kabinet Kerja.
"Nama-namanya yang 11 sudah ada di pengumuman resmi pansel itu. Ada beberapa catatan, ada beberapa masukan. Enggak ada istilah itu (merah, kuning, dan hijau). Kita tangani dengan pansel nanti," kata Mardiasmo di depan mobil Toyota Alphard hitam B 1847 RFS, Gedung KPK, Jakarta, Rabu (24/12/2014) malam.
Diminta menyebutkan siapa saja 11 nama calon, Mardiasmo menuturkan, namanya sudah tercantum di websitenya Kemenkeu. Dia menyatakan, dalam proses seleksi, Kemenkeu khususnya panitia tidak merahasiakan apapun.
Lebih lanjut ungkap dia, penyerahan ke KPK adalah penyerahan terakhir. Pasalnya, sebelum ini pansel sudah menyerahkan ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Badan Intelijen Nasional (BIN).
"Dari semuanya kita tabulasikan dan wawancara kemarin kita keluarkan sesuai dengan semua informasi yang sdh didapatkan terus diambil yang terbaik. Kita tinggal mengerucutkan berapa," paparnya.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) ini melanjutkan, proses penelusuran rekam jejak tiga lembaga itu diperkirakan segera rampung dalam waktu dekat.
Rencana dari KPK, hasilnya akan didapat Senin 29 Agustus 2014. Sehari berselang, nama-nama hasil penelusuran itu akan diserahkan ke Kemenkeu.
"Wawancara terakhir pada Kementerian Keuangan," imbuhnya.
Disinggung apakah alasan pansel menyerahkan ke KPK karena di antara 11 calon ada yang diduga bermasalah atau bagian dari mafia pajak, Mardiasmo menampiknya.
Menurutnya, pansel ingin klarifikasi, ingin mendapat informasi yang terbaik, komprehensif, dan utuh.
"Kita tidak hanya dari BIN, PPATK, tapi kita juga minta dari KPK supaya lengkap," tandasnya.
(maf)