Fraksi Ingin MPR Jadi Lembaga Tafsir UU

Minggu, 14 Desember 2014 - 17:30 WIB
Fraksi Ingin MPR Jadi...
Fraksi Ingin MPR Jadi Lembaga Tafsir UU
A A A
PALEMBANG - Sejumlah pemimpin fraksi menginginkan MPR miliki kewenangan sebagai lembaga penafsir undang-undang (UU) layaknya Mahkamah Konstitusi (MK). Pasalnya, MK sebagai satu-satunya lembaga yang diberi kewenangan menafsir UU justru putusannya tidak sesuai dengan konstitusi.

"Dari hasil kajian konstitusi MPR, ada hal krusial yang membutuhkan solusi. Di sistem tata negara kita tidak boleh ada lembaga penafsir UU selain MK, sedangkan MK tidak banyak memahami lahirnya UUD 1945 maka, keputusannya juga tidak sesuai konstitusi kita," kata Ketua Fraksi PKB MPR Abdul Kadir Karding dalam diskusi yang bertajuk "Refleksi Akhir Tahun: Peran MPR Dalam Dinamika Politik" di Hotel Novotel Palembang, Minggu (14/12/2014).

Sehingga, sambung Karding, dirinya ingin agar MPR menjadi lembaga tinggi negara dengan kewenangan yang diperkuat. Salah satunya yakni, kewenangan terhadap tafsir UU.

"Karena MPR sudah pasti paham konstitusi dan sejarah konstitusi itu dilahirkan," jelas Karding.

Menurut Karding, di MK sendiri selama ini tidak bisa menafsirkan persoalan yang berhubungan dengan politik, melainkan hanya menafsir UU. Sehingga, MPR yang diberikan mandat untuk sosialisasikan empat konsensus kebangsaan harus memegang peranan yang strategis.

"Itu menjadi salah satu poin yang menjadi harapan kita," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Karding, MPR juga perlu memperkuat tiga badan di MPR yakni badan anggaran, badan sosialisasi, dan badan kajian. Karena, kajian tata negara dan konstitusi menjadi porsi baru yang harus diperkuat MPR.

Oleh karena itu, kalau pemimpin MPR dan Sekjen MPR mampu memfungsikan MPR dan membuat MPR tidak memainkan peranan politik praktis, maka MPR akan menjadi lembaga yang tidak biasa-biasa saja.

"Seperti misalnya kesuksesan MPR melantik presiden dan wakil presiden beberapa waktu lalu," tambahnya.

Namun demikian, Karding berpendapat apapun yang dilakukan oleh MPR tentunya harus disesuaikan dengan kewenangannya. Sehingga, amandemen UUD 1945 menjadi kunci agar MPR bisa berbuat banyak untuk negara ini.

"Kalau mau banyak berbuat ya diberikan kewenangan dalam amandemen UUD," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Ketua MPR Sebut Usulan...
Ketua MPR Sebut Usulan Utusan Golongan Patut Dipertimbangkan
Pandemi, Sidang Tahunan...
Pandemi, Sidang Tahunan MPR Tetap Digelar dan Hanya Dihadiri 57 Orang
Pimpinan MPR: Perppu...
Pimpinan MPR: Perppu 1/2020 Sebaiknya Ditolak DPR
MPR Disarankan Segera...
MPR Disarankan Segera Lantik Wakil Ketua Baru
Daftar Ketua MPR Era...
Daftar Ketua MPR Era Reformasi, Nomor 4 Mantan Ajudan Bung Karno
Susunan Pimpinan MPR...
Susunan Pimpinan MPR 2024-2029 Bakal Dilantik Hari Ini, Ini Bocorannya
Berita Terkini
Kejagung Periksa 9 Saksi...
Kejagung Periksa 9 Saksi di Kasus Dugaan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Resmikan Monumen Kudatuli,...
Resmikan Monumen Kudatuli, Megawati: Menggambarkan Kesabaran Revolusioner
Lantik 734 Perwira Prajurit...
Lantik 734 Perwira Prajurit Karier, Panglima TNI Tekankan Adaptasi Teknologi
Ancaman Radikalisme...
Ancaman Radikalisme Digital Meningkat, Pemda Diminta Jadi Garda Terdepan
30 Tahun Kudatuli, Megawati...
30 Tahun Kudatuli, Megawati Resmikan Monumen dan Sampaikan Pesan Tegas: Jangan Terjadi Lagi!
Musyawarah III Majelis...
Musyawarah III Majelis Syura PKS Hasilkan Empat Putusan Strategis
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved