Golkar Minta Keputusan Tolak Perppu Pilkada Dihargai

Sabtu, 06 Desember 2014 - 01:24 WIB
Golkar Minta Keputusan...
Golkar Minta Keputusan Tolak Perppu Pilkada Dihargai
A A A
JAKARTA - Partai Golkar menegaskan keputusan menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang Pemilihan Kepala Daerah (Perppu Pilkada) merupakan aspirasi kader.

Aspirasi itu muncuk dalam wacana yang berkembang dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) IX Golkar di Bali, 30 November-4 Desember lalu.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham mengatakan sebagai partai yang mengusung asas demokrasi, tidak ada jalan lain kecuali merangkum seluruh aspirasi yang berkembang dari para kader.

"Kekuatan Partai Golkar ada pada sistem dan unsur demokrasi. Seluruh pengambilan keputusan dalam Munas kemarin dilakukan demokratis. Jadi tidak ada jalan lain kecuali merangkum aspirasi yang berkembang," kata Idrus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat 5 Desember 2014.

Idrus meminta keputusan Partai Golkar tersebut untuk dihargai semua pihak.

"Kita meperhatikan dinamika politik di DPR, maka kita membuat rekomendasi. Jadi status keputusan itu adalah rekomendasi kepada DPP untuk menolak Perppu Pilkada," tutur Idrus.

Meski telah menolak Perppu Pilkada, Idrus mengatakan, pihaknya akan tetap melakukan komunikasi politik terhadap seluruh fraksi di parlemen.

Komunikasi tersebut, lanjut dia, untuk menjelaskan seluruh aspirasi dan putusan politik merupakan hasil dinamika dalam Munas Bali.

"Inilah proses politik yang harus kita hargai," tutup Idrus

Seperti diketahui, di penghujung jabatannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerbitkan Perppu Pilkada.

Perppu itu untuk membatalkan UU Pilkada yang telah disahkan DPR. Perppu itu diterbitkan SBY karena tidak setuju dengan isi UU Pilkada yang mengembalikan pemilihan kepala daerah kepada DPRD.
(dam)
Berita Terkait
Perludem Sebut Kerangka...
Perludem Sebut Kerangka Hukum Pilkada 2024 Potensi Bermasalah
PKB Tolak Revisi UU...
PKB Tolak Revisi UU Pilkada karena Belum Dijalankan 100 Persen
Pernah Ngotot Gelar...
Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu
Demonstrasi Tolak Revisi...
Demonstrasi Tolak Revisi UU Pilkada di Malang Ricuh, 2 Polisi dan 3 Jurnalis Terluka
DPR Bakal Sahkan Revisi...
DPR Bakal Sahkan Revisi UU Pilkada Jadi UU Hari Ini
Aksi Ratusan Mahasiswa...
Aksi Ratusan Mahasiswa Tolak Revisi UU Pilkada di Palembang
Berita Terkini
Pengamat: Kapolri Tak...
Pengamat: Kapolri Tak Kriminalisasi Febrie, Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP
Wakil Ketua Komisi VIII...
Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Integrasi Zakat-Pajak Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat
Asrul Azis Taba Tersangka...
Asrul Azis Taba Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Ajukan Praperadilan
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Pakar Hukum: Penetapan...
Pakar Hukum: Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa Asal Ada 2 Alat Bukti
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved