Prabowo Pasrah Gerindra Tidak Dapat Jatah MPR
Selasa, 07 Oktober 2014 - 10:56 WIB
Prabowo Pasrah Gerindra Tidak Dapat Jatah MPR
A
A
A
JAKARTA - Fraksi Gerindra tidak mendapatkan jatah Pemimpin MPR dari formasi yang akan diajukan Koalisi Merah Putih (KMP).
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku, tidak masalah meski tidak ada kader Gerindra masuk dalam paket calon Pemimpin MPR.
"Kita legawa tidak ada masalah. KMP tetap akan pertahankan Pancasila," kata Prabowo di Fraksi Gerindra lantai 17, Nusantara 1, Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/9/2014).
Mantan Danjen Kopassus ini mengatakan, jabatan tidak terlalu penting. Dia mengklaim partainya tetap mengutamakan kepentingan bangsa, negara dan Pancasila.
"Jabatan tidak penting, dari segi prestise iya tapi esensi dari perwakilan, demokrasi parlemen kalau anggota parlemen legislatif punya hak yang sama," kata mantan calon presiden ini.
KMP sudah menyiapkan nama-nama Pemimpin MPR berasal dari Fraksi PKS, Fraksi PAN, Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat dan DPD. Sementara PPP merupakan bagian KMP sejak awal tidak masuk dalam paket pimpinan MPR.
Saat dikonfirmasi apakah PPP sudah dicoret dan digantikan PKS. Prabowo mengaku KMP masih ingin bersama PPP. "Kita lihat nanti, KMP masih ingin bersama PPP," kata Prabowo.
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku, tidak masalah meski tidak ada kader Gerindra masuk dalam paket calon Pemimpin MPR.
"Kita legawa tidak ada masalah. KMP tetap akan pertahankan Pancasila," kata Prabowo di Fraksi Gerindra lantai 17, Nusantara 1, Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/9/2014).
Mantan Danjen Kopassus ini mengatakan, jabatan tidak terlalu penting. Dia mengklaim partainya tetap mengutamakan kepentingan bangsa, negara dan Pancasila.
"Jabatan tidak penting, dari segi prestise iya tapi esensi dari perwakilan, demokrasi parlemen kalau anggota parlemen legislatif punya hak yang sama," kata mantan calon presiden ini.
KMP sudah menyiapkan nama-nama Pemimpin MPR berasal dari Fraksi PKS, Fraksi PAN, Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat dan DPD. Sementara PPP merupakan bagian KMP sejak awal tidak masuk dalam paket pimpinan MPR.
Saat dikonfirmasi apakah PPP sudah dicoret dan digantikan PKS. Prabowo mengaku KMP masih ingin bersama PPP. "Kita lihat nanti, KMP masih ingin bersama PPP," kata Prabowo.
(maf)