Cari Aman, Golkar Bakal Main Politik Dua Kaki
Selasa, 20 Mei 2014 - 07:06 WIB
Cari Aman, Golkar Bakal Main Politik Dua Kaki
A
A
A
JAKARTA - Mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla akhirnya terpilih menjadi calon wakil presiden (cawapres) Jokowi Widodo (Jokowi). Namun, keputusan berbeda justru diambil Partai Golkar dengan masuk dalam barisan koalisi Partai Gerindra yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Pengamat Politik dan Pemilu dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Said Salahudin sudah memperkirakan bahwa pada akhirnya secara formal Partai Golkar akan mendukung Gerindra apabila Jusuf Kalla (JK) dipilih sebagai pendamping Jokowi, tetapi secara diam-diam nantinya Partai Golkar akan ikut ambil bagian menyukseskan pasangan Jokowi-JK.
"Jadi, skenario politik yang dimainkan oleh JK dan Golkar itu persis seperti yang mereka praktikkan pada Pemilu 2004 lalu, yaitu politik dua kaki," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Selasa (20/5/2014).
Saat itu, kata Said, secara formal Partai Golkar mengusung pasangan Wiranto-Salahudin Wahid, tetapi diam-diam Golkar ikut menyukseskan pasangan SBY-JK. Setelah JK terpilih menjadi wakil presiden, lanjutnya, maka kursi Ketua Umum Golkar direbut oleh JK.
"Sehingga, dalam konteks pertarungan strategi politik, bisa kita katakan Golkar adalah pemenangnya. Mereka pada akhirnya bisa masuk ke kubu Jokowi, tetapi juga ada di dalam kubu Prabowo."
"Mau Jokowi ataupun Prabowo yang memenangkan pilpres, Golkar tetap akan masuk dalam pemerintahan mendatang," pungkasnya.
Pengamat Politik dan Pemilu dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Said Salahudin sudah memperkirakan bahwa pada akhirnya secara formal Partai Golkar akan mendukung Gerindra apabila Jusuf Kalla (JK) dipilih sebagai pendamping Jokowi, tetapi secara diam-diam nantinya Partai Golkar akan ikut ambil bagian menyukseskan pasangan Jokowi-JK.
"Jadi, skenario politik yang dimainkan oleh JK dan Golkar itu persis seperti yang mereka praktikkan pada Pemilu 2004 lalu, yaitu politik dua kaki," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Selasa (20/5/2014).
Saat itu, kata Said, secara formal Partai Golkar mengusung pasangan Wiranto-Salahudin Wahid, tetapi diam-diam Golkar ikut menyukseskan pasangan SBY-JK. Setelah JK terpilih menjadi wakil presiden, lanjutnya, maka kursi Ketua Umum Golkar direbut oleh JK.
"Sehingga, dalam konteks pertarungan strategi politik, bisa kita katakan Golkar adalah pemenangnya. Mereka pada akhirnya bisa masuk ke kubu Jokowi, tetapi juga ada di dalam kubu Prabowo."
"Mau Jokowi ataupun Prabowo yang memenangkan pilpres, Golkar tetap akan masuk dalam pemerintahan mendatang," pungkasnya.
(kri)