Bawaslu Sumsel proses pelanggaran pileg usai rekapitulasi

Senin, 28 April 2014 - 22:21 WIB
Bawaslu Sumsel proses...
Bawaslu Sumsel proses pelanggaran pileg usai rekapitulasi
A A A
Sindonews.com - Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara parpol dan caleg di tingkat Provinsi Sumatera Selatan dinilai, menghambat langkah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat untuk menindaklanjuti laporan pelanggaran pemilu. Baik itu pelanggaran administratif maupun pelangaran pidana pemilu.

“Kita akan fokus untuk memproses semua pelangaran yang terjadi dalam pemilu 9 April lalu, setelah rekap di KPU Sumsel,” kata Anggota Bawaslu Sumsel Divisi Pengawasan Kurniawan yang ditemui, di Kantor KPU Sumsel, Senin (28/4/2014).

Kurniawan menegaskan, semua laporan pelangaran dari masyarakat dan peserta pemilu akan diproses melalui kajian hukum, apakah memenuhi syarat atau tidak, sehingga Bawaslu dapat merekomendasikan kepada pihak terkait.

“Belum dapat kita sampaikan apakah semua pelanggaran memenuhi bukti atau saksi, namun saat ini semua pelangaran sudah ditangani oleh HPP Sekretariat Bawaslu,” jelasnya.

Menurut dia, Bawaslu Sumsel telah menerima banyak laporan. Baik apakah itu terkait politik uang (money politics), maupun penggelembungan suara yang dilakukan oknum penyelenggara.

Hanya saja, belum dapat ditindak lanjuti karena belum dilakukan kajian, sehingga jika bukti memenuhi semua akan diproses. “Contoh, pelanggaran yang sudah dilakukan dengan menonaktifkan PPK IB 1, yang terbukti melakukan pelanggaran pemilu di Hotel Aryaduta beberapa waktu lalu,” ucapnya.

Bagimana dengan keluhan partai politik (parpol) dan caleg yang merasa dirugikan karena maraknya pencurian suara hingga penggelembungan suara yang terjadi pada Pileg 9 April lalu.

“Untuk pencurian suara tentunya, harus melalui proses pengkajian lebih mendalam. Sebagaimana kita lihat fakta di pleno, begitu banyak ketidaksinkronan yang itu dikaitkan dengan dugaan penggelembungan maupun pencurian suara,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Gerindra Sumsel Novran Marjani menduga, terjadi penggelembungan suara di Kabupaten Empatlawang. Karena, perolehan suara empat parpol bertambah sedangkan delapan parpol suaranya berkurang termasuk Partai Gerindra.

Menurut dia, di Kabupaten Empatlawang jumlah suara sah dan tidak sah tidak sama dengan pleno. Begitu juga dengan jumlah mata pilih tidak sama yang ada di DA1, sehingga hal ini terindikasi ada penggelembungan suara, jika hal ini tidak tuntas maka pihaknya akan melaporkan persoalan ini ke DKPP.

“Di sini bisa dilihat begitu buruknya penyelenggara pemilu di daerah ini. Mungkin ini juga terjadi di daerah lain, tetapi ini yang kami rasakan,” katanya.
(kri)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Presiden KSPI: Said...
Presiden KSPI: Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved