Dino : Parpol seharusnya jangan berlebihan pasang target

Rabu, 09 April 2014 - 23:41 WIB
Dino : Parpol seharusnya...
Dino : Parpol seharusnya jangan berlebihan pasang target
A A A
Sindonews.com - Peserta konvensi Capres Partai Demokrat Dino Patti Djalal mengatakan, hasil perhitungan cepat (quick count) pileg 2014 menjadi pelajaran bagi semua partai untuk berhati hati dalam melakukan kalkulasi politik.

Menurutnya, hasil quick count pileg yang menunjukkan melesetnya perolehan suara banyak parpol membuktikan bahwa promosi yang berlebihan ternyata tidak juga mendapat hasil yang maksimal.

"Pelajaran yang bisa ditarik dari Pemilu kali ini adalah promosi yang berlebihan ternyata tidak juga mendapat hasil yang maksimal," katanya menjawab pertanyaan awak media pada acara nonton bareng hitung cepat Pileg di bilangan Senayan Jakarta Pusat, Rabu (9/3/2014).

Hadir dalam acara tersebut pengusaha Chaerul Tandjung, Peter Gontha, Sandiaga Uno, Emirsyah Satar dan para duta besar negara sahabat.

Menurut Dino, rakyat sudah apik dalam menilai calon calon wakil mereka yang akan duduk di parlemen.

"Rakyat menilai dengan sangat apik. Figur memang penting, tetapi tidak mutlak. Rakyat akan memilih wakil wakilnya yang benar benar memperjuangkan dan menyentuh kepentingan mereka," katanya

Dino melanjutkan, dinamika politik ke depan akan sangat dinamis karena tidak ada satu pun parpol yang memperoleh suara signifikan dalam pemilu legislatif.

"Tidak ada satu pun partai yang dominan. Ke depan dinamika dan kalkulasi politik lebih menarik. Akan lebih banyak opsi-opsi," kata peserta konvensi Capres Partai Demokrat ini.

Menurutnya, koalisi masih belum bisa diprediksi karena peta politik masih sangat cair.
Dia menuturkan, hasil hitung cepat (quick count) diperkirakan tidak akan berbeda jauh dengan hasil penghitungan resmi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Saat ditanya apakah bersedia menjadi cawapres bila dipinang salah satu capres partai lain, Dino mengatakan tidak ada satu pun orang yang menolak jika negara memanggil.

"Itu suatu kehormatan. Tetapi saya serahkan sepenuhnya kepada Partai Demokrat yang akan menentukan," katanya.
(sms)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
AAI Satukan Kepengurusan...
AAI Satukan Kepengurusan lewat Munaslub Bersama di Jakarta
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved