Masyarakat diminta awasi petugas KPPS

Selasa, 08 April 2014 - 18:11 WIB
Masyarakat diminta awasi...
Masyarakat diminta awasi petugas KPPS
A A A
Sindonews.com - Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) meminta kepada publik, agar mengawasi secara ketat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sigma antara lain meminta masyarakat mau menolak jika petugas KPPS melakukan pemungutan suara sebelum pukul 07.00 WIB waktu setempat.

"Melaporkan jika menemukan KPPS membuka atau mengeluarkan isi kotak suara tanpa disaksikan oleh saksi peserta pemilu atau masyarakat sebelum pukul 07.30," kata Direktur Sigma, Said Salahudin, di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (8/4/2014).

Selain itu, kata Said, masyarakat juga diminta menolak jika ada struktur KPPS yang menolak untuk diangkat sumpahnya sebagai sikap netralitas penyelenggara pemilu. Menurutnya, sumpah tersebut penting untuk membuktikan kepada publik bahwa mereka bekerja secara profesional.

Bukan itu saja, kewajiban petugas KPPS juga harus memampang Daftar Pemilih Tetap (DPT), tambahan (DPTb), Khusus (DPK) serta Daftar Calon Tetap (DCT) di semua tingkatan dari DPRD tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, DPR RI dan DPD RI.

"Menemukan KPPS yang melarang atau tidak memperbolehkan pemilih menggunakan hak pilihnya. Padahal pemilih bersangkutan telah menunjukan KTP atau surat keterangan dari kepala desa atau lurah," ujarnya.

Said menambahkan, berdasarkan undang-undang Nomor 8 tahun 2012 serta Peraturan KPU (PKPU) Nomor 26 tahun 2013 sebagaimana dirubah dengan PKPU Nomor 5 tahun 2014 soal pelaksaan teknis pemungutan dan penghitungan suara, disebutkan bagi Warga Negara Indonesia yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih maka berhak mendapatkan hak pilihnya.

"Pada prinsipnya seluruh warga negara yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah berhak memilih," sambungnya.
(maf)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
2 Pengusaha Penyuap...
2 Pengusaha Penyuap Noel Ebenezer Cs Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Infografis
PPN Naik Jadi 12%, Masyarakat...
PPN Naik Jadi 12%, Masyarakat Beralih ke Frugal Living
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved