Calon hakim MK ini banyak diterpa kabar negatif
Selasa, 04 Maret 2014 - 18:58 WIB
Calon hakim MK ini banyak diterpa kabar negatif
A
A
A
Sindonews.com - Salah satu Tim Pakar Musni Umar mengklarifikasi mengenai kabar negatif terhadap calon hakim di Mahkamah Konstitusi (MK) Aswanto.
Pertama yang diklarifikasi ialah kabar yang menyebut Aswanto memiliki lima unit mobil, dan sikap putrinya yang manja serta kerap berlibur ke luar negeri.
"Saya berani mengklarifikasi di bawah sumpah soal ini," kata Aswanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Klarifikasi berikutnya ialah, kabar ujian skripsi putrinya yang dilarang untuk dihadiri mahasiswa lainnya, serta berita nepotisme putrinya untuk dapat beasiswa Dikti.
"Anak saya ujian pintunya terbuka. Itu (dapat beasiswa) ada panitianya dan memutuskannya di Jakarta. Kembali nama 60 termasuk putri saya," tegasnya.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) juga diinformasikan membantu adik kandungnya yang berhasil menjadi Panwas Sulawesi Selatan dan Makassar. "Itu yang menentukan Bawaslu, saya memang pansel, tapi kalau yang menentukan itu Bawaslu," tegasnya.
Informasi yang juga perlu diklarifikasi olehnya ialah kabar yang menyebut dirinya merupakan orang dari partai politik (parpol). "Sama sekali tidak ada partai. Itu tidak benar," pungkasya.
Baca berita:
Tim pakar tanya riwayat penyakit sampai jam tidur
Pertama yang diklarifikasi ialah kabar yang menyebut Aswanto memiliki lima unit mobil, dan sikap putrinya yang manja serta kerap berlibur ke luar negeri.
"Saya berani mengklarifikasi di bawah sumpah soal ini," kata Aswanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Klarifikasi berikutnya ialah, kabar ujian skripsi putrinya yang dilarang untuk dihadiri mahasiswa lainnya, serta berita nepotisme putrinya untuk dapat beasiswa Dikti.
"Anak saya ujian pintunya terbuka. Itu (dapat beasiswa) ada panitianya dan memutuskannya di Jakarta. Kembali nama 60 termasuk putri saya," tegasnya.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) juga diinformasikan membantu adik kandungnya yang berhasil menjadi Panwas Sulawesi Selatan dan Makassar. "Itu yang menentukan Bawaslu, saya memang pansel, tapi kalau yang menentukan itu Bawaslu," tegasnya.
Informasi yang juga perlu diklarifikasi olehnya ialah kabar yang menyebut dirinya merupakan orang dari partai politik (parpol). "Sama sekali tidak ada partai. Itu tidak benar," pungkasya.
Baca berita:
Tim pakar tanya riwayat penyakit sampai jam tidur
(kri)