Tim pakar tanya riwayat penyakit sampai jam tidur
Selasa, 04 Maret 2014 - 14:51 WIB
Tim pakar tanya riwayat penyakit sampai jam tidur
A
A
A
Sindonews.com - Komisi III DPR melanjutkan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap calon hakim konstitusi. Selanjutnya yang mendapat giliran Franz Astani.
Dalam sesi ini salah satu tim pakar, Lauddin Marsuni begitu detail bertanya kepada Franz mengenai kehidupannya. Kata dia, hal ini penting untuk mendapatkan sosok hakim konstitusi yang sesuai harapan.
"Apa ada riwayat penyakit. Kenapa saya ragu karena usia menentukan penyakit," kata Lauddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/3/2014).
"Sejauh ini tidak ada penyakit berat," jawab Franz.
Lauddin pun melanjutkan, pertanyaan apakah Franz yang memiliki titel sembilan ini mampu melaksanakan tugas sebagai hakim konstitusi apabila terpilih. "Mampu pak," jawab Franz.
Belum puas dengan riwayat kesehatan Franz, Lauddin pun menanyakan berapa jam Franz biasa menghabiskan waktu untuk tidur malam. "Jam berapa biasa tidur?"
"Saya biasa mulai jam 11," jawabnya.
Lauddin memiliki alasan mengapa sampai waktu tidur pun menjadi bahan pertanyaan darinya untuk calon hakim MK. "Jam tidur sangat membuktikan produktivitas. Orang yang lambat tidur adalah orang produktif, biasanya menghabiskan waktu untuk baca," pungkasnya.
Baca berita:
Hakim tak kuat mental, MK bisa bobol
Dalam sesi ini salah satu tim pakar, Lauddin Marsuni begitu detail bertanya kepada Franz mengenai kehidupannya. Kata dia, hal ini penting untuk mendapatkan sosok hakim konstitusi yang sesuai harapan.
"Apa ada riwayat penyakit. Kenapa saya ragu karena usia menentukan penyakit," kata Lauddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/3/2014).
"Sejauh ini tidak ada penyakit berat," jawab Franz.
Lauddin pun melanjutkan, pertanyaan apakah Franz yang memiliki titel sembilan ini mampu melaksanakan tugas sebagai hakim konstitusi apabila terpilih. "Mampu pak," jawab Franz.
Belum puas dengan riwayat kesehatan Franz, Lauddin pun menanyakan berapa jam Franz biasa menghabiskan waktu untuk tidur malam. "Jam berapa biasa tidur?"
"Saya biasa mulai jam 11," jawabnya.
Lauddin memiliki alasan mengapa sampai waktu tidur pun menjadi bahan pertanyaan darinya untuk calon hakim MK. "Jam tidur sangat membuktikan produktivitas. Orang yang lambat tidur adalah orang produktif, biasanya menghabiskan waktu untuk baca," pungkasnya.
Baca berita:
Hakim tak kuat mental, MK bisa bobol
(kri)