Mendagri akui kepala daerah sulit berinovasi

Selasa, 04 Maret 2014 - 02:03 WIB
Mendagri akui kepala...
Mendagri akui kepala daerah sulit berinovasi
A A A
Sindonews.com - Dalam menjalankan roda pemerintahan, kepala daerah saat ini sulit berinovasi. Pasalnya, kepala daerah dihadapkan pada dinamika politik yang kompleks dan rawan diserang lawan politik.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengatakan, era reformasi saat ini kepala daerah tidak mudah untuk mengambil kebijakan. Dikarenakan setiap celah kesalahan dapat menjadi peluang bagi lawan politiknya.

"Salah ambil keputusan bisa digoyang oleh lawan politik. Tidak bisa keputusan diambil dan semua pihak pasti tidak puas. Yang tidak puas pasti akan menggoyang secara politis, dan muncul demo," kata Gamawan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin 3 Maret 2014.

Padahal sebenarnya peluang kepala daerah untuk berinovasi sangatlah luas. Pasalnya, bupati atau wali kota menangani 76 persen urusan. Sehingga saat ini banyak yang ingin menduduki jabatan bupati atau wali kota, karena kewenangannya yang besar.

"Sementara gubernur hanya berwenang 24 persen. Hal ini jauh berbeda dengan zaman orde baru yang mana, bupati atau wali kota hanya sebatas pemberi rekomendasi saja," ungkapnya.

Gamawan menilai, sulitnya kepala daerah untuk berinovasi karena adanya rasa takut salah dalam membuat kebijakan. "Setelah saya ikuti perkembangan daerah, kegalauan kepala daerah berinovasi karena takut salah. Membuat dikresi saja khawatir," paparnya.

Dalam berinovasi memang dibutuhkan pemahaman dari setiap kepala daerah terkait prosedur pembuatan kebijakan. Paling penting dalam membuat inovasi adalah dasar hukum yang melandasi keputusan itu kuat.

Salah satu upaya yang dilakukan Kemendagri agar setiap kepala daerah tetap berada di dalam jalur yang benar dalam berinovasi, dilakukan pendidikan dan pelatihan bagi kepala daerah.

Dia mengatakan, dengan pelatihan dan pendidikan tersebut diharapkan nantinya kepala daerah dapat mengetahui bagaimana melihat persoalan secara menyeluruh secara komprehensif.

"Apalagi ini jabatan politik. Kalau kita hanya dengar satu pihak doang dan mengambil keputusan bisa keliru, karena itu ada yang disebut kajian dan telaah. Kadang-kadang keputusan tidak menyenangkan semua orang. Karena itu semua putusan harus ada landasan hukum yang kuat," jelasnya.

Pelatihan dan pendidikan juga harus dapat menambah pengetahuan pemerintahan daerah. Bagaimana meningkatkan ksejahteraan masyarakat dan melayani masyarakat.

Kemudian, pemerintah juga menyiapkan Rancangan Undang-undang (RUU) Administrasi Pemerintahan daerah agar dapat memberikan keleluasaan dalam membuat inovasi. "Akan diatur kewenangan dan dikresi. Akan dimuat syarat dan ketentuan dikresi. Sekarang sedang dibahas di dewan. Sebelum berinovasi harus paham kondisi dan situasi," tegasnya.

Kemendagri saat ini melakukan orientasi terhadap 14 bupati, lima wali kota, tiga wakil bupati dan satu wakil wali kota. Dia berharap, para Bupati dan Wali kota aktif bertanya saat penyampaian materi oleh KPK, Kejakung, Polri dan PPATK, sehingga tidak menambah jumlah Kepala Daerah yang tersangkut kasus korupsi.

"Agar paham betul kiat-kiat sebagai kepala daerah, maka saya berharap memanfaatkan orientasi ini sebaik-baiknya," paparnya.
(maf)
Berita Terkait
BSKDN Tekankan Kualitas...
BSKDN Tekankan Kualitas Kepemimpinan Kepala Daerah Menentukan Kesejahteraan Masyarakat
Kepala BSKDN Beberkan...
Kepala BSKDN Beberkan 4 Fungsi Penting Command Center
Kemendagri Libatkan...
Kemendagri Libatkan Pakar Analisis Variabel dan Indikator Penilaian Kota Bersih
Dirjen Kemendagri Bertemu...
Dirjen Kemendagri Bertemu CIRDAP, Apa yang Dibahas?
Litbang Kemendagri Berubah...
Litbang Kemendagri Berubah Jadi BSKDN, Eko: Kita Harus Berkolaborasi
Kemendagri Ubah Warna...
Kemendagri Ubah Warna Seragam Satlinmas, Tak Lagi Berwarna Hijau
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Yossi Cohen, Mantan...
Yossi Cohen, Mantan Kepala Mossad yang Menantang Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved