Soal Boediono, Demokrat tantang buat jejak pendapat
Rabu, 19 Februari 2014 - 18:56 WIB
Soal Boediono, Demokrat tantang buat jejak pendapat
A
A
A
Sindonews.com - Fraksi Partai Demokrat menyatakan tidak perlu ada pemanggilan paksa terhadap Wakil Presiden Boediono untuk hadir di rapat Tim Pengawas DPR untuk kasus dana talangan (bailout) Bank Century
Anggota Timwas Century Fraksi Partai Demokrat Achsanul Qosasih yakin rakyat tidak menginginkan adanya pemanggilan paksa. "Coba dilakukan jejak pendapat. Saya yakin rakyat tidak setuju dengan pemanggilan paksa Pak Boediono," ujar Achsanul saat dihubungi wartawan, Rabu (19/2/2014).
Achsanul berpendapat, rakyat akan lebih senang apabila DPR memanggil pihak yang selama ini diduga korupsi. "Alangkah indahnya kalau mereka memanggil paksa para koruptor BLBI, para pengemplang pajak, para penyelundup, dan para penambang ilegal. Kalau parlemen terus berteriak terhadap mereka-mereka itu saya yakin rakyat akan senang," ujarnya.
Menurut dia, pemanggilan paksa Boedionoberlebihan. Apalagi kasus Bank Century sedang ditangani lembaga penegak hukum. "Langkah-langkah politis ini kadang menyebalkan. Mereka memaksakan kehendak dengan berlindung di balik konstitusi. Pak Boediono itu Wapres, simbol negara," tuntasnya.
Berita:
Tolak pemanggilan Timwas, bukti Boediono khawatir
Anggota Timwas Century Fraksi Partai Demokrat Achsanul Qosasih yakin rakyat tidak menginginkan adanya pemanggilan paksa. "Coba dilakukan jejak pendapat. Saya yakin rakyat tidak setuju dengan pemanggilan paksa Pak Boediono," ujar Achsanul saat dihubungi wartawan, Rabu (19/2/2014).
Achsanul berpendapat, rakyat akan lebih senang apabila DPR memanggil pihak yang selama ini diduga korupsi. "Alangkah indahnya kalau mereka memanggil paksa para koruptor BLBI, para pengemplang pajak, para penyelundup, dan para penambang ilegal. Kalau parlemen terus berteriak terhadap mereka-mereka itu saya yakin rakyat akan senang," ujarnya.
Menurut dia, pemanggilan paksa Boedionoberlebihan. Apalagi kasus Bank Century sedang ditangani lembaga penegak hukum. "Langkah-langkah politis ini kadang menyebalkan. Mereka memaksakan kehendak dengan berlindung di balik konstitusi. Pak Boediono itu Wapres, simbol negara," tuntasnya.
Berita:
Tolak pemanggilan Timwas, bukti Boediono khawatir
(dam)