Peran ulama penting di tengah kegoncangan bangsa

Minggu, 09 Februari 2014 - 21:03 WIB
Peran ulama penting...
Peran ulama penting di tengah kegoncangan bangsa
A A A
Sindonews.com - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menutup Sarasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendikiawan di Depok, Jawa Barat. Kegiatan yang digelar selama tiga hari tersebut sedikitnya dihadiri oleh sederetan tokoh besar yakni Mahfud MD, Jusuf Kalla, Djan Farid, Marzuki Alie, Ahmad Heryawan, dan Jimly Asshiddiqie.

Hasyim menyimpulkan di depan 300 ulama agar bersama-sama merenungkan selama 15 tahun masa reformasi, sisi mana yang belum tercapai dan sudah tercapai. Menjelang Pemilu 2014, kata dia, banyak hal yang menjurus kepada kecurangan dan manipulasi sehingga harus diatasi.

"Jika tidak maka akan terjadi konflik setelah pemilu, dan mengancam keselamatan rakyat," ungkapnya dalam sambutannya di Depok, Minggu (09/02/2014).

Sementara itu, lanjut Hasyim, terkait gerakan pemberantasan korupsi yang terus dilakukan KPK tentu harus didukung masyarakat. Namun akan lebih efektif jika gerakan anti korupsi berubah menjadi gerakan nasional.

"Tak cukup diserahkan pada komisi, tetapi harus didukung gerakan nasional. Harus bertahap seperti negara lain yang berhasil. KPK jadi trigger atau pemicu awal. Dan negara ini perlu ulama, karena itu ulama agar tak tergerus keadaan, peran ulama penting di tengah kegoncangan keadaan," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan Islam mewarnai kehidupan sebagai sumber nilai. Umatnya pun harus paling canggih.

"Sumber daya alam banyak diberikan kepada kita, tetapi akan berarti lebih harus ada pengelola handal menguasai ilmu dan teknologi, saat ini banyak dinikmati dan dikuasai oleh negara orang. Kemiskinan menganga. Karena kurang menguasai teknologi.

"Teori kebangsaan ada dalam Alquran dan sangat banyak, soal kesemestaan malah, lebih jelas dalam konteks kemanusiaan, jangan ada sekat-sekat politik, yang ada kepentingan kebangsaan dan kenegaraan," tutup Aher.
(kri)
Berita Terkait
Masa Depan Politik di...
Masa Depan Politik di Indonesia: Politik Dinasti?
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Demokrasi Indonesia...
Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Diwarnai Politik Identitas
Politik Santuy atau...
Politik Santuy atau Politik Baperan
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Crab Mentality Penggerus...
Crab Mentality Penggerus Soliditas Bangsa
Berita Terkini
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved