Gus Solah: Indonesia butuh pemimpin berkarakter

Kamis, 21 November 2013 - 16:28 WIB
Gus Solah: Indonesia...
Gus Solah: Indonesia butuh pemimpin berkarakter
A A A
Sindonews.com - Indonesia membutuhkan pemimpin nasional dengan tiga syarat utama, yaitu karakter yang bertumpu pada integritas, kemampuan atau kompetensi, dan tingkat keterpilihan. Konvensi Rakyat diharapkan bisa menampilkan tokoh-tokoh yang punya konsep dan kemampuan mengatasi berbagai masalah bangsa.

“Sayang sekali, kini tiga kriteria utama itu dikalahkan oleh kepentingan pragmatis. Lebih banyak yang memaknai pemimpin dalam arti sempit, hanya fokus pada popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas,” ujar Ketua Komite Konvensi Rakyat Salahuddin Wahid melalui rilis yang diterima Sindonews, Kamis (21/11/2013).

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur ini, untuk mengetahui karakter atau integritas, bisa dilihat pada rekam jejak si tokoh. Ternyata di Indonesia masyarakat cepat lupa terhadap rekam jejak seorang tokoh. Yang pernah mendapat hukuman pidana, mendapat kembali hak untuk dipilih lima tahun setelah selesai menjalani hukuman.

“Sedangkan untuk mengetahui kemampuan seseorang atau apa yang akan dilakukannya kalau terpilih menjadi pemimpin, biasanya si tokoh mensosialisasikan visi dan misinya."

"Dari sini kita bisa mengetahui pemahaman si calon terhadap berbagai masalah yang ada. Konvensi Rakyat berusaha menggali visi, misi, konsep, dan kemampuan calon presiden dalam memimpin Indonesia ke depan,” sambungnya.

Tokoh yang akrab disapa Gus Solah ini berpendapat, ada sejumlah masalah utama yang membelit bangsa Indonesia. Di antaranya, penegakan hukum dengan titik berat pemberantasan korupsi, perbaikan birokrasi pemerintah, dan kebijakan ekonomi yang memperhatikan pemerataan dan pro rakyat.

Problem utama lainnya adalah terpenuhinya hak dasar rakyat Indonesia, seperti ketersediaan dan keterjangkauan bahan makanan, hak belajar, hak atas pelayanan kesehatan, dan hak atas pekerjaan yang layak.

“Komite Konvensi Rakyat beranggapan politik terlalu penting untuk hanya diserahkan kepada partai politik dan para politikus saja. Oleh karenanya kita semua mesti peduli terhadap pemilihan umum, jangan golput atau tidak mau mencoblos dalam pemilu mendatang,” ujar Gus Solah.

Baca berita:
5 tokoh siap nyapres lewat Komite Konvensi Rakyat
(kri)
Berita Terkait
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Moderator Debat Capres...
Moderator Debat Capres 2014 Zainal Arifin Mochtar: 2024 Harus Menarik, Bukan Hanya Nanya dan Dijawab
Revisi UU Desa, Bacapres...
Revisi UU Desa, Bacapres Ganjar dan Puan Ungkap tentang Kesejahteraan
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
Berita Terkini
Hakim Kabulkan Sebagian...
Hakim Kabulkan Sebagian Gugatan Praperadilannya, Roy Suryo: Babak Baru Hukum Indonesia
Zelfbestuur dan Negara...
Zelfbestuur dan Negara Kesejahteraan: Dari Program Sosial Menuju Gagasan Besar Indonesia
Rencana Kejagung Jerat...
Rencana Kejagung Jerat Nadiem Makarim dengan TPPU Diapresiasi Pakar Hukum
Indonesia-India Sepakati...
Indonesia-India Sepakati 15 Kerja Sama, Restorasi Candi Prambanan hingga Rudal BrahMos
Ini Pertimbangan Hakim...
Ini Pertimbangan Hakim Kabulkan Sebagian Praperadilan Roy Suryo
Jokowi Beberkan Isi...
Jokowi Beberkan Isi Obrolannya dengan JK ketika Bertemu di HUT Bhayangkara
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved