Ini pertimbangan jika Indonesia 'cerai' dengan Amerika

Sabtu, 09 November 2013 - 18:30 WIB
Ini pertimbangan jika...
Ini pertimbangan jika Indonesia 'cerai' dengan Amerika
A A A
Sindonews.com - Rencana Pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomasi, dengan Pemerintah Amerika dan Australia diminta untuk dikaji terlebih dahulu.

Hal itu diungkapkan pengamat hubungan internasional dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ganewati Wulandari. Menurutnya, pasca dugaan penyadapan yang dilakukan kedua negara, Indonesia harus melakukan kajian terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan tegas.

"Menurut saya harus dikaji, sejauh mana efektivitas dengan pemutusan diplomatik itu. Nilai kerugian apa, jika dibandingkan untuk kepentingan nasional yang jauh lebih besar," katanya, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (9/11/2013).

Menurutnya, pengkajian itu penting dilakukan untuk menghitung segi positif dan negatif dengan pemutusan diplomatik tersebut.

"Apa dengan pemutusan hubungan diplomatik dengan Amerika itu lebih manfaat, positifnya apa? Apakah malah tidak merugikan? Amerika itu, mau tidak mau kita berbicara mengenai negara besar loh," ungkapnya.

"Yang memiliki kemampuan finance dan daya dukung militer global. Apakah kita siap untuk itu? Kita jangan lupa, untuk ekspor saja, Amerika itu kan menjadi negara yang memiliki prioritas ekspor. Itu dalam konteks perdagangan," sambungnya.

Ia juga mengatakan, apakah Indonesia siap bila tidak mendapatkan bantuan dari Amerika dalam menghadapi persoalan di Laut China Selatan. Dirinya berharap, agar Indonesia juga belajar ketika diembargo, mengenai suku cadang militer oleh negeri Paman Sam tersebut.

"Dalam konteks keamanan regional, apakah kita akan mampu? Kita tidak punya back up, selain Amerika untuk menghadapi Laut Cina Selatan. Jadi, menurut saya itu hal-hal yang perlu kita pikirkan," katanya.

Dia menambahkan, ketika Indonesia diembargo militer, Indonesia mengalami kesulitan untuk mendapatkan suku cadang.

"Itu hanya satu sekrup, dalam konteks hubungan dalam Amerika. Karena semua peralatan kita buatan Amerika," tegasnya.

Klik di sini untuk larangan sweeping bagi warga Amerika & Australia.
(stb)
Berita Terkait
RUU Penyadapan Diusulkan...
RUU Penyadapan Diusulkan Masuk Prolegnas Prioritas 2026
KY Usulkan Penyadapan...
KY Usulkan Penyadapan Mandiri untuk Mengawasi Kinerja Hakim
Gagas Usulan RUU Penyadapan,...
Gagas Usulan RUU Penyadapan, Komisi III: Harus Berbasis HAM
Macron Minta Penjelasan...
Macron Minta Penjelasan PM Israel Soal Spyware Pegasus
1.460 Penyadapan Dilakukan...
1.460 Penyadapan Dilakukan KPK Sepanjang Tahun 2022
KPK Ungkap Ada Sosok...
KPK Ungkap Ada Sosok yang Disadap pada Kasus Harun Masiku
Berita Terkini
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved