Wasekjen PDIP ngaku Pilkada Jabar & Bali dikalahkan fulus

Kamis, 03 Oktober 2013 - 10:49 WIB
Wasekjen PDIP ngaku...
Wasekjen PDIP ngaku Pilkada Jabar & Bali dikalahkan fulus
A A A
Sindonews.com - Tertangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuka kembali berbagai "bisikan" seputar sidang MK atas perkara di Pilkada Bali dan Jawa Barat.

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan, pihaknya mendapatkan informasi dari sumber yang dapat dipercaya namun miskin bukti.

Saat itu, disampaikan bahwa Rieke-Teten dikalahkan karena fulus Rp20 miliar dalam Pikada Jawa Barat, demikian halnya untuk Bali. Konon nilainya mencapai hampir Rp80 milar.

Menurut Hasto, yang berhak membuktikan perkara tersebut adalah negara dengan seluruh aparatnya, demi tegaknya demokrasi itu sendiri. Sebab, suap di MK adalah kejahatan demokrasi.

"Bayangkan saja, UU Pemerintah Daerah yang secara khusus mengatur bahwa mencoblos lebih dari satu kali, dinyatakan pelanggaran sangat serius dan harus dilakukan pungutan suara ulang oleh Akil Mochtar. Akhirnya dibuat dalil hukum yang baru, bahwa mencoblos lebih dari satu kali dibenarkan selama itu hasil kesepakatan dan tidak ada motif," kata Hasto, Kamis (3/10/2013).

Seluruh argumentasi "akrobat hukum" untuk memenangkan Mangku Pastika tersebut, Manurut Hasto, tentunya tidak murah biayanya. Bahkan jika "akrobat hukum" tersebut dikaji oleh para ahli hukum, dijamin kesemuanya akan dengan mudah menemukan rasionalisasi yang berlebihan untuk memenangkan Made Mangku.

Tetapi, lanjut Hasto, terlepas dari berbagai kabar burung yang bertiup yang menggambarkan betapa kuatnya transaksi atas setiap sengketa di MK, jangan sampai secara kelembagaan MK dikorbankan.

"Ini murni persoalan integitas AM (Akil Mochtar) dan mungkin juga hakim MK lainnya, dengan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait," ujarnya.

Klik di sini untuk berita terkait.
(stb)
Berita Terkait
Gugatan Jaksa Dipecat...
Gugatan Jaksa Dipecat Karena Korupsi Ditolak Mahkamah Konstitusi
Perbedaan Mahkamah Konstitusi...
Perbedaan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung
Menjaga Martabat Mahkamah...
Menjaga Martabat Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Kembali Diuji
Menimbang Mahkamah Konstitusi...
Menimbang Mahkamah Konstitusi Hari Ini
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi dalam Pusaran Politik
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Infografis
Warga Israel Tidak Percaya...
Warga Israel Tidak Percaya Hizbullah Dikalahkan Tentara Zionis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved