Rivalitas capres seimbang, gesekan politik semakin besar

Senin, 29 Juli 2013 - 11:12 WIB
Rivalitas capres seimbang,...
Rivalitas capres seimbang, gesekan politik semakin besar
A A A
Sindonews.com - Pemerhati pemilu dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Veri Junaidi berpendapat, rivalitas calon presiden (capres) berlaku kompetitif dan seimbang, maka kompetisi pemilihan presiden (pilpres) berpotensi besar terjadi gesekan antar pendukung.

Kontestasi persaingan bisa memuncak manakala partai politik yang mengusung calon presiden sama-sama mempunyai peluang untuk menang. Pada saat itulah peluang gesekan akan muncul.

"Ketika parpol dan capres punya kesempatan dan ruang kesempatan yang sama, maka gesekan-gesekan politiknya akan semakin panas. Tapi dilihat berdasarkan survei tidak ada parpol yang mengusung calon yang menonjol," kata Veri kepada Sindonews.com, di Jakarta, Senin (29/7/2013).

Namun demikan, Veri mengakui, berdasarkan hasil kajian dan publikasi yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei hampir tidak ditemukan adanya rivalitas ketat antar tiap kontestan. Sehingga ia mensinyalir potensi kerusuhan bukan bersumber dari persaingan ketat antar partai politik, melanikan dari persoalan lain.

"Tapi saya melihat sampai sekarang belum terlihat persaingan yang sengit ya dari para kandidat, mudah-mudahan sih tidak ada," ujarnya.

Selain itu, kata Veri, peluang untuk terjadi konflik kemungkinan besar akan berasal dari daftar pemilih tetap (DPT). Data DPT yang tidak valid memungkinkan terjadinya penggelembungan suara pada calon tertentu. Praktik kecurangan yang dilakukan oleh pihak tertentu, terutama menyangkut soal DPT bisa menjadi pemicu utama meletusnya konflik antar pendukung (horizontal).

"Terkait konflik, selalu yang berkaitan dengan DPT. DPT selalu berkaitan dengan jualan parpol, kalo parpol sepi peminat atau gak laku, DPT akan dipersoalkan. Terlebih jika penyelenggara pemilu tidak independen," ungkap Veri.
(lal)
Berita Terkait
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Moderator Debat Capres...
Moderator Debat Capres 2014 Zainal Arifin Mochtar: 2024 Harus Menarik, Bukan Hanya Nanya dan Dijawab
Revisi UU Desa, Bacapres...
Revisi UU Desa, Bacapres Ganjar dan Puan Ungkap tentang Kesejahteraan
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
Berita Terkini
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Momen Besar yang Guncang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved