Pengamat: Publik butuh pemimpin tak terkait dengan penguasa
Jum'at, 26 Juli 2013 - 08:04 WIB
Pengamat: Publik butuh pemimpin tak terkait dengan penguasa
A
A
A
Sindonews.com - Berdasarkan hasil survei Soegeng Sarjadi School of Goverment (SSSG), popularitas keluarga Cikeas yakni Ani Yudhoyono dan Pramono Edhie Prabowo sebagai calon presiden (Capres) jalan di tempat. Dari 15 tokoh yang disurvei, istri dan adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berada di urutan buncit.
Menurut Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Muradi, ada empat hal yang patut dicermati terkait hal tersebut. Pertama, katanya, Ani Yudhoyono memang tidak disiapkan untuk menjadi capres Demokrat sejak awal.
"SBY enggak ingin keluarganya maju kembali. Sedangkan, Pramono bisa dibilang telat mendeklarasikan buat maju konvensi. Jadi suara keduanya rada sulit naik kalau mengukur dengan kandidat lain," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Jumat (26/7/2013).
Kedua, lanjutnya, publik butuh pemimpin baru yang memiliki karakter kuat dan tidak berkesan birokrasi dan terkait dengan rezim yang tengah berkuasa. Ia menilai, ada semacam sentimen yang terbangun berkaitan dengan penguasa.
Yang ketiga, momentum politik yang ada belum atau tidak mengarah kepada kedua calon di lingkaran terdekat kekuasaan. Hal itu menunjukkan daya jual kedua sosok tersebut rendah di mata masyarakat.
"Keempat, ada figur lain yang tengah disiapkan oleh Partai Demokrat diantaranya Gita Wiryawan," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil survei Soegeng Sarjadi School of Goverment (SSSG) yang disampaikan di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2013). Popularitas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi tetap bertahan di puncak mengalahkan tokoh nasional lainnya.
Berikut peringkat popularitas tokoh capres berdasarkan survei SSSG:
1. Joko Widodo : 25,48 persen
2. Prabowo Subianto : 10,52 persen
3. Jusuf Kalla : 5,69 persen
4. Aburizal Bakrie : 4,23 persen
5. Dahlan Iskan : 4,14 persen
6. Mahfud MD : 2,72 persen
7. Megawati Soekarno Putri : 2,68 persen
8. Wiranto : 1,18 persen
9. Hidayat Nur Wahid : 1,08 persen
10. Hatta Rajasa : 0,81 persen
11. Surya Paloh : 0,33 persen
12. Sri Sultan HB X : 0,33 persen
13. Sri Mulyani : 0,2 persen
14. Ani Yudhoyono : 0,2 persen
15. Pramono Edhie Wibowo : 0,12 persen.
Penggunaan Metode pengumpulan data dengan wawancara via telepon. Populasi dalam survei seluruh warga yang tinggal di 10 kota besar yakni DKI Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, Yogyakarta, Palembang, Denpasar dan Balik Papan.
Sampel diambil dengan mengacak nomor telepon yang terdapat di dalam buku telepon. Jumlah sampel sebanyak 2.450 responden, dengan rincian 50 persen perempuan dan 50 persen laki-laki.
Sementara anaslis data yang digunakan adalah SPSS 16, waktu wawancara mulai tanggal 3 Juni 2013-22 Juni 2013. Tingkat keyakinan survei ini 99 persen, sementara sampling error penelitian 2,61 persen.
Menurut Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Muradi, ada empat hal yang patut dicermati terkait hal tersebut. Pertama, katanya, Ani Yudhoyono memang tidak disiapkan untuk menjadi capres Demokrat sejak awal.
"SBY enggak ingin keluarganya maju kembali. Sedangkan, Pramono bisa dibilang telat mendeklarasikan buat maju konvensi. Jadi suara keduanya rada sulit naik kalau mengukur dengan kandidat lain," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Jumat (26/7/2013).
Kedua, lanjutnya, publik butuh pemimpin baru yang memiliki karakter kuat dan tidak berkesan birokrasi dan terkait dengan rezim yang tengah berkuasa. Ia menilai, ada semacam sentimen yang terbangun berkaitan dengan penguasa.
Yang ketiga, momentum politik yang ada belum atau tidak mengarah kepada kedua calon di lingkaran terdekat kekuasaan. Hal itu menunjukkan daya jual kedua sosok tersebut rendah di mata masyarakat.
"Keempat, ada figur lain yang tengah disiapkan oleh Partai Demokrat diantaranya Gita Wiryawan," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil survei Soegeng Sarjadi School of Goverment (SSSG) yang disampaikan di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2013). Popularitas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi tetap bertahan di puncak mengalahkan tokoh nasional lainnya.
Berikut peringkat popularitas tokoh capres berdasarkan survei SSSG:
1. Joko Widodo : 25,48 persen
2. Prabowo Subianto : 10,52 persen
3. Jusuf Kalla : 5,69 persen
4. Aburizal Bakrie : 4,23 persen
5. Dahlan Iskan : 4,14 persen
6. Mahfud MD : 2,72 persen
7. Megawati Soekarno Putri : 2,68 persen
8. Wiranto : 1,18 persen
9. Hidayat Nur Wahid : 1,08 persen
10. Hatta Rajasa : 0,81 persen
11. Surya Paloh : 0,33 persen
12. Sri Sultan HB X : 0,33 persen
13. Sri Mulyani : 0,2 persen
14. Ani Yudhoyono : 0,2 persen
15. Pramono Edhie Wibowo : 0,12 persen.
Penggunaan Metode pengumpulan data dengan wawancara via telepon. Populasi dalam survei seluruh warga yang tinggal di 10 kota besar yakni DKI Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, Yogyakarta, Palembang, Denpasar dan Balik Papan.
Sampel diambil dengan mengacak nomor telepon yang terdapat di dalam buku telepon. Jumlah sampel sebanyak 2.450 responden, dengan rincian 50 persen perempuan dan 50 persen laki-laki.
Sementara anaslis data yang digunakan adalah SPSS 16, waktu wawancara mulai tanggal 3 Juni 2013-22 Juni 2013. Tingkat keyakinan survei ini 99 persen, sementara sampling error penelitian 2,61 persen.
(kri)