KPK: DPR belum berani sahkan UU Transaksi Tunai

Kamis, 30 Mei 2013 - 04:23 WIB
KPK: DPR belum berani...
KPK: DPR belum berani sahkan UU Transaksi Tunai
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto menduga, pihak DPR RI belum berani mengesahkan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Transaksi Tunai. Menurutnya, Hal itu salah satu masalah hulu di partai, karena tidak punya sistem pengujian akuntabilitas keuangan partai.

"Kalau enggak punya itu, sementara biaya politik tinggi, berpotensi penyalahgunaan wewenang karena sebagian besar pengurus partai di hilir adalah pemegang kekuasaan,"ujar Bambang dalam acara diskusi dan Peluncuran buku 'Membatasi Transaksi Tunai; Peluang dan Tantangan' di Hotel Akmani, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2013).

Lebih lanjut, dia mengatakan, partai yang bermasalah keuangannya, maka kader-kadernya potensial menyalahgunakan kewenangannya serta terjerumus masuk pidana.

"Asumsi saya, ini alasan kenapa parlemen (DPR RI) tidak menyetujui aturan pembatasan transaksi tunai. Argumen mereka minor, bilang masyarakat belum siap transaksi elektronik. Argumen itu absurd karena kenyataannya banyak ancaman tindak pidana dalam transaksi tunai," imbuhnya.

Padahal, ujar dia, sebagian besar masyarakat telah menggunakan transaksi elektronik. Memang, kata dia, mengenai pembatasan transaksi tunai ini perlu waktu dalam pengesahannya.

"Sudah banyak bank di mana-mana. Mayoritas masyarakat sudah paham. Narkotika, illegal logging, terorisme, korupsi, menggunakan modus transaksi tunai. Harus ada aturan pembatasan transaksi tunai," katanya.
(kri)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved