Ini pernyataan JAT soal masa depan Densus 88

Jum'at, 22 Maret 2013 - 16:22 WIB
Ini pernyataan JAT soal...
Ini pernyataan JAT soal masa depan Densus 88
A A A
Sindonews.com - Ratusan aktivis Islam yang dipelopori Jamaah Ansorut Tauhid (JAT), menggelar aksi turun jalan. Mereka menuntut pembubaran Detasemen Khusus 88 (Densus).

Menurut JAT, Densus 88 telah mengebiri aktivis Islam dengan alasan terorisme tanpa ada langkah hukum yang jelas. Aksi ratusan massa ini dimulai dengan long march dari Jalan Indrapura (Depan Kantor DPRD Jatim) menuju Mapolrestabes Surabaya di Jalan Taman Sikatan.

Dalam berorasi, para aktivis Islam ini mengecam tindakan Densus 88. Tak ketinggalan, sejumlah poster yang berisi kecaman juga dibentangkan. Beberapa poster tersebut bertulisakan 'Densus Bajingan, Stop Terorisasi Aktivis Islam, Bubarkan Detasemen Laknatulloh'.

"Densus 88 hanya alat dari Amerika untuk memberangus para aktivis Islam dengan dalih melakukan tindakan teroris," kata Dzulkarnain, Juru Bicara JAT Jawa Timur, saat berorasi di depan Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/3/2013).

Aksi ini, lanjutnya adalah, untuk mendorong isu yang bergulir selama ini. Karena ada kecenderungan bargaining politik ketika isu bergulir. Tarik menarik kepentingan sangat kuat. Kata Dzulkarnain, ada indikasi Densus 88 akan berganti nama namun instrumennya tetap saja.

"Kami khawatir akan terjadi seperti itu. Sementara tujuan demo ini adalah mendorong kepada DPR untuk segera mengeluarkan pertimbangan pembubaran Densus 88, karena sudah 10 tahun berdiri," ucapnya.

Dia menjelaskan, diskriminasi nyata telah dilakukan oleh lembaga tersebut dengan berlindung di badan Polri. Sedangkan OPM (Organisasi Papua Merdeka) yang telah nyata-nyata melakukan tindakan pembunuhan terhadap anggota TNI atau Polri dan masyarakat sipil, tidak pernah dianggap teroris.

"Begitu juga RMS (Republik Maluki Selatan) yang nyata-nyata meresahkan tidak pernah disebut sebagai kelompok teroris. Hal ini sangat bertentangan dengan UU (Undang-undang) 15 Tahun 2003 tentang terorisme," tukasnya.

Setelah dari halaman Mapolrestabes Surabaya, elemen aktivis Islam yang turut aksi tersebut adalah MMI (Majelis Mujahiddin Indonesia), Gabungan Reformis Islam (GARIS), GAMIS (Gabungan Masyarakat Islam), Pengajian Sabtu malam Ahad (PESAD) dan sejumlah aktivis Kampus.
(maf)
Berita Terkait
Timses Pramono-Rano...
Timses Pramono-Rano Apresiasi Profesionalitas TNI-Polri di Pilkada Jakarta
Deretan Pedoman Polri...
Deretan Pedoman Polri dalam Menjamin Profesionalitas dan Netralitas di Pemilu 2024
PPP Sebut Revisi UU...
PPP Sebut Revisi UU ITE Bisa Jadi Bagian dari Profesionalitas Polri
Soliditas dan Profesionalitas:...
Soliditas dan Profesionalitas: Modal MAPPI Hadapi Gelombang Besar
Kunjungi Korps Marinir...
Kunjungi Korps Marinir Surabaya, KSAL Berpesan Tetap Pertahankan Profesionalitas
Profesionalitas Harus...
Profesionalitas Harus Jadi Pertimbangan Utama Pemilihan Kapolri Bukan Agama
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved