Pemilu Indonesia bertentangan dengan sistem presidensial

Rabu, 06 Maret 2013 - 13:02 WIB
Pemilu Indonesia bertentangan...
Pemilu Indonesia bertentangan dengan sistem presidensial
A A A
Sindonews.com - Sistem pemilihan umum (pemilu) di Indonesia dinilai telah salah besar dalam pelaksanaannya. Baik di pemilihan legislatif (pileg) maupun pemilihan presiden (pilpres).

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menegaskan, pelaksanaan pemilu selama ini di Indonesia jelas telah bertentangan dengan sistem yang selama ini telah dianut.

“Apa yang dilakukan format pemilu sudah salah sejak awal. Contoh pemilu legislatif khususnya sejak tahun 1999 selalu lebih awal dibandingkan pilpres. Ini tidak sesuai dengan skema presidensial,“ kata Syamsudin dalam acara di diskusi bertajuk Pilkada Serentak: Solusi Politik Biaya Tinggi, di Cikini, Jakarta, Rabu (6/3/2013).

Syamsudin menjelaskan, dalam sistem presidensial, jelas mengatur pemilihan presiden harus dilaksanakan lebih awal atau sekurang-kurangnya dilaksanakan bersama-sama dengan pemilu legislatif. “Ini dimaksudkan agar pilpres tidak didikte pileg,“ tegasnya.

Pada kesempatan itu, Syamsudin juga menyayangkan hasil pemilu selama ini, pileg selalu menentukan siapa pemenang di pilpres melalui pemberlakuan ambang batas pada pileg. “Kok presidensial tapi didikte legislatif. Ini anomali presidensial,“ tandasnya.

Maka itu, dia berharap, pemerintah segera menyadari hal ini. Jika pemerintah masih membiarkan, bisa dikategorikan telah menabrak aturan dari sistem pemerintahan presidensial. “Ini mestinya tidak dilanjutkan lagi,“ pungkasnya.
(kur)
Berita Terkait
Jimly, Mahfud, dan Refly...
Jimly, Mahfud, dan Refly Hadiri RDPU Komisi II DPR Bahas Pemilu
Perppu Pemilu Disahkan...
Perppu Pemilu Disahkan DPR Jadi Undang-Undang
Argumen Istana Soal...
Argumen Istana Soal RUU Pemilu Tak Menjawab Masalah
RUU Pemilu Dicabut dari...
RUU Pemilu Dicabut dari Prolegnas 2021, Bakal Lahir Perppu?
Maju-Mundur Revisi UU...
Maju-Mundur Revisi UU Pemilu, Kode Inisiatif: Serentak Bukan Hanya Urusan Waktu
Demokrat Sebut Alasan...
Demokrat Sebut Alasan Pemerintah Tolak RUU Pemilu Lemah dan Rapuh
Berita Terkini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved