Iberamsjah: Farhat dikenal karena kontroversi

Sabtu, 12 Januari 2013 - 23:56 WIB
Iberamsjah: Farhat dikenal...
Iberamsjah: Farhat dikenal karena kontroversi
A A A
Sindonews.com - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Profesor Iberamsjah Guru Besar mengatakan, hampir tidak ada kesan baik yang diingat masyarakat tentang Farhat Abbas yang kini pede nyapres. Kesan yang paling membekas tentang pengacara muda ini hanyalah beberapa langkah kontroversinya.

"Sebagai pengacara juga kebanyakan kontroversi. Yang terbaru kemarin soal kicauannya yang bernada rasis terhadap Ahok. Orang kaya begini jadi presiden kan bahaya," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (12/1/2013).

Selama menjadi pengacara, kata Iberamsjah, hampir tak pernah terdengar menangani kasus besar atau berhasil menangani kasus besar. Yang menjadi sorotan justru lebih kepada kehidupan pribadinya dan tutur katanya yang kerap membuat kuping panas.

"Orang kenal dia karna skandal perempuannya di infotainment. Kasian rakyat kita milih dia, orang muda pinter masih banyak. Terlalu banyak yang gila di negara ini, jangan ditambahin lagi sama farhat," tandasnya.

Iberamsjah menambahkan, Farhat juga tak layak disandingkan dengan tokoh muda yang selama ini digadang-gadang menjadi capres seperti Anis Baswedan, Puan Maharani atau Anas Urbaningrum.

"Ibaratnya kaya bumi dengan langit. Farhat nggak pernah masuk orbit, sama sekali nggak punya kepatutan," ujarnya.

Sekedar informasi, di Jalan Ir Haji Juanda, dekat Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, sebuah baliho besar terpasang wajahnya. Foto dirnya bertuliskan Majukan Seni Budaya Bangsa.

Tak hanya promosi secara terbuka, di aku twitter miliknya, foto Farhat Abbas juga terpampang sebagai calon presiden. Dibawahnya tertulis, Presiden dan seluruh pejabat Pemerintah dan penegak hukum harus berani sumpah pocong untuk tak korupsi (capres Farhat).
(kri)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved