Ingat, masalah Indonesia bukan hanya korupsi
Sabtu, 22 Desember 2012 - 14:02 WIB
Ingat, masalah Indonesia bukan hanya korupsi
A
A
A
Sindonews.com - Kasus korupsi memang lagi marak terjadi di Indonesia. Walau demikian, jangan sampai terlena untuk mengurusi satu permasalahan itu saja. Karena, permasalahan di Indonesia bukan hanya korupsi, tapi masih banyak lagi.
"Persoalan korupsi bukan yang terbesar dalam masalah hukum. Padahal ada masalah keperdataan yang mangakibatkan kerugian triliunan," kata Komisioner Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus kepada wartawan di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2012).
Dia mengatakan, salah satu contoh selain korupsi adalah permasalahan kolusi dan nepotisme yang masih marak terjadi di lembaga-lembaga yang ada di pemerintahan.
"Kita memang fokus pada KKN, tapi hanya pada korupsi sedangkan kolusi dan nepotisme belum tersentuh. Ada yang lebih besar dari korupsi, seperti persoalan perizinan yang berdampak pada masalah lingkungan dan ini bisa jadi, karena faktor kolusi dan nepotisme," ungkapnya.
Lebih lanjut dia menyarankan, agar tahun depan para aparat penegak hukum bisa berkaca diri atas tugasnya dalam menuntaskan kasus hukum di Indonesia.
"2013 ini semua aparat penegak hukum harus introspeksi, apakah sudah melakukan tugasnya sesuai Undang-Undang. Sehingga penegak hukum lebih berkualitas. Oleh karena itu, perlu introspeksi terhadap proses hukum dan lain-lain," tandasnya.
"Persoalan korupsi bukan yang terbesar dalam masalah hukum. Padahal ada masalah keperdataan yang mangakibatkan kerugian triliunan," kata Komisioner Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus kepada wartawan di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2012).
Dia mengatakan, salah satu contoh selain korupsi adalah permasalahan kolusi dan nepotisme yang masih marak terjadi di lembaga-lembaga yang ada di pemerintahan.
"Kita memang fokus pada KKN, tapi hanya pada korupsi sedangkan kolusi dan nepotisme belum tersentuh. Ada yang lebih besar dari korupsi, seperti persoalan perizinan yang berdampak pada masalah lingkungan dan ini bisa jadi, karena faktor kolusi dan nepotisme," ungkapnya.
Lebih lanjut dia menyarankan, agar tahun depan para aparat penegak hukum bisa berkaca diri atas tugasnya dalam menuntaskan kasus hukum di Indonesia.
"2013 ini semua aparat penegak hukum harus introspeksi, apakah sudah melakukan tugasnya sesuai Undang-Undang. Sehingga penegak hukum lebih berkualitas. Oleh karena itu, perlu introspeksi terhadap proses hukum dan lain-lain," tandasnya.
(mhd)