Hukum Indonesia terbajak elitisme & vandalisme
Sabtu, 22 Desember 2012 - 12:32 WIB
Hukum Indonesia terbajak elitisme & vandalisme
A
A
A
Sindonews.com - Hukum di Indonesia sudah terbajak oleh perebutan kekuasaan Elitisme dan vandalisme, untuk memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan rakyatnya.
"Hukum sudah di bajak oleh elitisme dan vandalisme. Elitisme itu adalah rezim yang suka mencuri untuk kepentingan sendiri sedangkan vandalisme itu sendiri yakni pejabat yang korupsi," terang Pengamat Hukum dari Universitas Atmajaya Surya Tjandra, usai diskusi bertemakan 'Setahun Wajah Hukum Indonesia' di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2012).
Dirinya mengatakan, tahun ini adalah tahunnya pembajak hukum. Walau demikian, hal tersebut juga diimbangi dengan munculnya gerakan-gerakan rakyat secara solid.
"Tahun ini pembajak hukumlah yang menang. Tapi tahun ini lahir juga gerakan kerakyatan, misalnya terkait dengan aksi buruh untuk menuntut kenaikan upah dan jaminan sosial," jelasnya.
Gerakan rakyat itulah, kata Surya yang sekarang ini justru lebih efektif menuntaskan kasus dibandingkan penegak hukum.
"Contohnya, aksi buruh lebih efektif dibanding dilaporkan ke penegakan hukum. Ini karena masyarakat merasa semakin jauh dari penegakan hukum sedangkan Presiden belum bertindak secara maksimal sebagai penegak hukum sebagai fasilitator dan pemerataan," terangnya.
"Hukum sudah di bajak oleh elitisme dan vandalisme. Elitisme itu adalah rezim yang suka mencuri untuk kepentingan sendiri sedangkan vandalisme itu sendiri yakni pejabat yang korupsi," terang Pengamat Hukum dari Universitas Atmajaya Surya Tjandra, usai diskusi bertemakan 'Setahun Wajah Hukum Indonesia' di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2012).
Dirinya mengatakan, tahun ini adalah tahunnya pembajak hukum. Walau demikian, hal tersebut juga diimbangi dengan munculnya gerakan-gerakan rakyat secara solid.
"Tahun ini pembajak hukumlah yang menang. Tapi tahun ini lahir juga gerakan kerakyatan, misalnya terkait dengan aksi buruh untuk menuntut kenaikan upah dan jaminan sosial," jelasnya.
Gerakan rakyat itulah, kata Surya yang sekarang ini justru lebih efektif menuntaskan kasus dibandingkan penegak hukum.
"Contohnya, aksi buruh lebih efektif dibanding dilaporkan ke penegakan hukum. Ini karena masyarakat merasa semakin jauh dari penegakan hukum sedangkan Presiden belum bertindak secara maksimal sebagai penegak hukum sebagai fasilitator dan pemerataan," terangnya.
(mhd)