Partai Demokrat rapatkan barisan
Senin, 10 Desember 2012 - 05:28 WIB
Partai Demokrat rapatkan barisan
A
A
A
Partai Demokrat merapatkan barisan pasca penetapan Andi Alfian Mallarangeng sebagai tersangka kasus Hambalang.
Tadi malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat mengumpulkan para kader partainya di kediaman Cikeas, Bogor.
Pertemuan yang dimulai pukul 20.30 WIB tersebut berlangsung tertutup. Hadir 150 kader Demokrat yang terdiri atas anggota fraksi dan Dewan Pengurus Pusat (DPP). Di pendopo halaman kediaman pribadinya, SBY memberikan arahan kepada kader partai selama hampir satu jam.
Turut mendampingi SBY di hadapan para kader adalah Ani Yudhoyono, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Assegaf, dan Sekjen DPP Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono.
Dari seluruh tamu yang tercantum dalam daftar undangan, hanya Ketua DPR Marzuki Alie yang tidak hadir dan diberi keterangan izin. Adapun nama mantan Sekretaris Dewan Pembina Andi Mallarangeng yang telah mengundurkan diri pada Jumat Desember 2012 lalu, tidak tercantum dalam daftar undangan tersebut.
Acara konsolidasi dan arahan dari pendiri Demokrat itu juga dihadiri seluruh menteri asal Demokrat, yaitu EE Mangindaan, Jero Wacik, Syarif Hasan, dan Amir Syamsuddin.
Dari pantauan SINDO, keempat menteri ini dan Ketua Umum Anas Urbaningrum pulang lebih akhir atau setengah jam setelah kegiatan silaturahmi fraksi selesai. Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Assegaf mengungkapkan, dalam pertemuan itu, SBY meminta soliditas dan kekompakan kader Partai menjelang tahun 2014.
SBY juga memperingatkan kader partai yang tak mampu lagi bekerja dengan solid untuk mundur mengingat soliditas adalah kunci keberhasilan partai.
Kepada seluruh kadernya SBY mengharapkan agar Demokrat kembali masuk tiga besar dalam perolehan suara seperti pada Pemilu 2009 lalu.
“Dibutuhkan soliditas,kekompakan dari kader Demokrat menuju 2014. Kunci dari keberhasilan partai adalah sebagaimana yang pernah kita lakukan di tahun 2004 dan 2009 lalu,yaitu kekompakan dan kebersamaan,” ujar SBY seperti dikutip Nurhayati Assegaf seusai pertemuan.
Lebih jauh Nurhayati mengatakan, konsolidasi partai yang dilakukan merupakan kegiatan komunikasi rutin antara Ketua Dewan Pembina, anggota fraksi, dan pengurus DPP Demokrat.
Kegiatan ini menurutnya juga dilakukan untuk persiapan Silaturahmi Nasional Partai Demokrat yang akan berlangsung pada 14–15 Desember mendatang. Kepada seluruh kader, lanjut Nurhayati, SBY mengingatkan perihal pencapaian yang harus diraih Demokrat pada 2014.
“Agenda ini merupakan komunikasi karena Ketua Dewan Pembina memberikan arahan dan motivasi bahwa Fraksi Demokrat sebagai ujung tombak dari DPP.Fraksi ini terus diharapkan meningkatkan kinerjanya di DPR,” tandasnya.
Apa yang diharapkan Fraksi Demokrat saat ini,menurut Nurhayati, adalah mengawal seluruh program pemerintah dan melanjutkan kerja sama dengan fraksi lain berdasarkan politik cerdas dan santun. Di akhir arahannya,kata dia,SBY meminta kepada kader untuk lebih sering terjun ke daerah-daerah dan bertemu dengan konstituen partai.
“Kader diharapkan bisa melaksanakan program-program kedewanan dan melaksanakan masing-masing fungsi semua Dewan dengan benar,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum Anas Urbaningrum, lanjut Nurhayati, dalam arahannya mengingatkan agar anggota DPR dan kader partai terus bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas. Nurhayati menegaskan bahwa SBY tidak menyinggung sama sekali mengenai status Andi Mallarangeng yang menjadi tersangka kasus Hambalang.
Menurut dia,SBY sangat menghormati Andi yang telah mengundurkan diri dari kepengurusan partai dan berharap agar kasus hukum yang dihadapinya segera selesai.
Selain tidak membicarakan kasus Andi, SBY juga tidak membicarakan perihal calon menteri pemuda dan olahraga (menpora) yang baru. Para pengamat menilai apa yang dilakukan SBY tadi malam merupakan langkah-langkah penyelamatan Partai Demokrat pasca kasus hukum yang membelit sejumlah kadernya.
Pengamat politik dari Universitas Lampung (Unila) Ariska Warganegara menilai SBY mengumpulkan para kader dan anggota Fraksi Partai Demokrat di Cikeas, Bogor, untuk melakukan konsolidasi dalam rangka menyusun strategi menyelamatkan Partai Demokrat pada Pemilu 2014.
“Ada dua agenda yang pasti dibicarakan SBY kepada kadernya di Cikeas.Pertama tentu membahas kadernya yang terkena kasus korupsi, terutama Andi Mallarangeng. Sebab ini adalah pukulan telak bagi partai pemenang Pemilu 2009 itu,”ujar Ariska kepada SINDO kemarin.
Kedua, SBY sudah menyusun strategi agar Partai Demokrat bisa tetap eksis dan berhasil menjadi partai besar di 2014. Sebab, menurutnya,SBY tentu mendapat tamparan keras karena sejak awal Partai Demokrat selalu berkampanye sebagai partai bersih dan antikorupsi.
Kemenangan Partai Demokrat di 2009 juga tak lepas dari kampanye tersebut, ditambah penegasan sebagai partai nasionalis religius yang mengedepankan etika dan kesantunan dalam berpolitik.
Peneliti politik dari Indobarometer M Qadari mengatakan, SBY sebagai sosok sentral di Partai Demokrat memang tak ada pilihan lain kecuali segera mencelupkan tangannya menyelamatkan Partai Demokrat.
Bahkan, menurut dia, SBY sebagai presiden mendapat pukulan telak karena Andi bukan saja salah satu petinggi di partai, tetapi juga anak buah SBY di pemerintahan.
“Langkah turun tangan SBY ini sangat penting dalam dua hal.Pertama menyelamatkan partai yang terkena musibah hukum dan kedua menyelamatkan sisa waktu pemerintahan yang dia pimpin. Kasus korupsi yang menimpa Andi secara tidak langsung juga menjadi preseden buruk bagi kabinet,” terang Qodari kepada SINDO kemarin.
Dia menambahkan, elektabilitas Partai Demokrat pasti merosot drastis bila partai berlambang mercy ini tak segera melakukan langkah penyelamatan secara radikal. Sebab kasus hukum yang menimpa kader serta celah negatif dalam kabinet sudah terdengar dan diketahui publik secara umum.
KPK telusuri aset Andi
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelusuri aset Andi Mallarangeng. "Ada kebiasaan di KPK, sejak proses penyidikan, hal-hal penting dengan kasus mulai diinvestigasi, termasuk apakah harta kekayaan memang memiliki potensi kejahatan,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto kemarin.
Namun penelusuran aset tersebut menurut Bambang bukanlah hal yang dicari-cari, melainkan sebagai pembuktian.
”Penyidik belum menjelaskan upaya paksa lain selain penetapan tersangka dan dikeluarkannya surat perintah penyidikan (sprindik), kalau nanti dipandang perlu oleh penyidik, hal apa saja yang perlu untuk memastikan penanganan lebih baik pasti dilakukan,” ujar Bambang.
Dia juga berharap agar ada perubahan tradisi mengenai pelaporan harta kekayaan pejabat negara. ●rarasati syarief/ mohammad sahlan/ sabir laluhu/ant
Tadi malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat mengumpulkan para kader partainya di kediaman Cikeas, Bogor.
Pertemuan yang dimulai pukul 20.30 WIB tersebut berlangsung tertutup. Hadir 150 kader Demokrat yang terdiri atas anggota fraksi dan Dewan Pengurus Pusat (DPP). Di pendopo halaman kediaman pribadinya, SBY memberikan arahan kepada kader partai selama hampir satu jam.
Turut mendampingi SBY di hadapan para kader adalah Ani Yudhoyono, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Assegaf, dan Sekjen DPP Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono.
Dari seluruh tamu yang tercantum dalam daftar undangan, hanya Ketua DPR Marzuki Alie yang tidak hadir dan diberi keterangan izin. Adapun nama mantan Sekretaris Dewan Pembina Andi Mallarangeng yang telah mengundurkan diri pada Jumat Desember 2012 lalu, tidak tercantum dalam daftar undangan tersebut.
Acara konsolidasi dan arahan dari pendiri Demokrat itu juga dihadiri seluruh menteri asal Demokrat, yaitu EE Mangindaan, Jero Wacik, Syarif Hasan, dan Amir Syamsuddin.
Dari pantauan SINDO, keempat menteri ini dan Ketua Umum Anas Urbaningrum pulang lebih akhir atau setengah jam setelah kegiatan silaturahmi fraksi selesai. Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Assegaf mengungkapkan, dalam pertemuan itu, SBY meminta soliditas dan kekompakan kader Partai menjelang tahun 2014.
SBY juga memperingatkan kader partai yang tak mampu lagi bekerja dengan solid untuk mundur mengingat soliditas adalah kunci keberhasilan partai.
Kepada seluruh kadernya SBY mengharapkan agar Demokrat kembali masuk tiga besar dalam perolehan suara seperti pada Pemilu 2009 lalu.
“Dibutuhkan soliditas,kekompakan dari kader Demokrat menuju 2014. Kunci dari keberhasilan partai adalah sebagaimana yang pernah kita lakukan di tahun 2004 dan 2009 lalu,yaitu kekompakan dan kebersamaan,” ujar SBY seperti dikutip Nurhayati Assegaf seusai pertemuan.
Lebih jauh Nurhayati mengatakan, konsolidasi partai yang dilakukan merupakan kegiatan komunikasi rutin antara Ketua Dewan Pembina, anggota fraksi, dan pengurus DPP Demokrat.
Kegiatan ini menurutnya juga dilakukan untuk persiapan Silaturahmi Nasional Partai Demokrat yang akan berlangsung pada 14–15 Desember mendatang. Kepada seluruh kader, lanjut Nurhayati, SBY mengingatkan perihal pencapaian yang harus diraih Demokrat pada 2014.
“Agenda ini merupakan komunikasi karena Ketua Dewan Pembina memberikan arahan dan motivasi bahwa Fraksi Demokrat sebagai ujung tombak dari DPP.Fraksi ini terus diharapkan meningkatkan kinerjanya di DPR,” tandasnya.
Apa yang diharapkan Fraksi Demokrat saat ini,menurut Nurhayati, adalah mengawal seluruh program pemerintah dan melanjutkan kerja sama dengan fraksi lain berdasarkan politik cerdas dan santun. Di akhir arahannya,kata dia,SBY meminta kepada kader untuk lebih sering terjun ke daerah-daerah dan bertemu dengan konstituen partai.
“Kader diharapkan bisa melaksanakan program-program kedewanan dan melaksanakan masing-masing fungsi semua Dewan dengan benar,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum Anas Urbaningrum, lanjut Nurhayati, dalam arahannya mengingatkan agar anggota DPR dan kader partai terus bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas. Nurhayati menegaskan bahwa SBY tidak menyinggung sama sekali mengenai status Andi Mallarangeng yang menjadi tersangka kasus Hambalang.
Menurut dia,SBY sangat menghormati Andi yang telah mengundurkan diri dari kepengurusan partai dan berharap agar kasus hukum yang dihadapinya segera selesai.
Selain tidak membicarakan kasus Andi, SBY juga tidak membicarakan perihal calon menteri pemuda dan olahraga (menpora) yang baru. Para pengamat menilai apa yang dilakukan SBY tadi malam merupakan langkah-langkah penyelamatan Partai Demokrat pasca kasus hukum yang membelit sejumlah kadernya.
Pengamat politik dari Universitas Lampung (Unila) Ariska Warganegara menilai SBY mengumpulkan para kader dan anggota Fraksi Partai Demokrat di Cikeas, Bogor, untuk melakukan konsolidasi dalam rangka menyusun strategi menyelamatkan Partai Demokrat pada Pemilu 2014.
“Ada dua agenda yang pasti dibicarakan SBY kepada kadernya di Cikeas.Pertama tentu membahas kadernya yang terkena kasus korupsi, terutama Andi Mallarangeng. Sebab ini adalah pukulan telak bagi partai pemenang Pemilu 2009 itu,”ujar Ariska kepada SINDO kemarin.
Kedua, SBY sudah menyusun strategi agar Partai Demokrat bisa tetap eksis dan berhasil menjadi partai besar di 2014. Sebab, menurutnya,SBY tentu mendapat tamparan keras karena sejak awal Partai Demokrat selalu berkampanye sebagai partai bersih dan antikorupsi.
Kemenangan Partai Demokrat di 2009 juga tak lepas dari kampanye tersebut, ditambah penegasan sebagai partai nasionalis religius yang mengedepankan etika dan kesantunan dalam berpolitik.
Peneliti politik dari Indobarometer M Qadari mengatakan, SBY sebagai sosok sentral di Partai Demokrat memang tak ada pilihan lain kecuali segera mencelupkan tangannya menyelamatkan Partai Demokrat.
Bahkan, menurut dia, SBY sebagai presiden mendapat pukulan telak karena Andi bukan saja salah satu petinggi di partai, tetapi juga anak buah SBY di pemerintahan.
“Langkah turun tangan SBY ini sangat penting dalam dua hal.Pertama menyelamatkan partai yang terkena musibah hukum dan kedua menyelamatkan sisa waktu pemerintahan yang dia pimpin. Kasus korupsi yang menimpa Andi secara tidak langsung juga menjadi preseden buruk bagi kabinet,” terang Qodari kepada SINDO kemarin.
Dia menambahkan, elektabilitas Partai Demokrat pasti merosot drastis bila partai berlambang mercy ini tak segera melakukan langkah penyelamatan secara radikal. Sebab kasus hukum yang menimpa kader serta celah negatif dalam kabinet sudah terdengar dan diketahui publik secara umum.
KPK telusuri aset Andi
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelusuri aset Andi Mallarangeng. "Ada kebiasaan di KPK, sejak proses penyidikan, hal-hal penting dengan kasus mulai diinvestigasi, termasuk apakah harta kekayaan memang memiliki potensi kejahatan,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto kemarin.
Namun penelusuran aset tersebut menurut Bambang bukanlah hal yang dicari-cari, melainkan sebagai pembuktian.
”Penyidik belum menjelaskan upaya paksa lain selain penetapan tersangka dan dikeluarkannya surat perintah penyidikan (sprindik), kalau nanti dipandang perlu oleh penyidik, hal apa saja yang perlu untuk memastikan penanganan lebih baik pasti dilakukan,” ujar Bambang.
Dia juga berharap agar ada perubahan tradisi mengenai pelaporan harta kekayaan pejabat negara. ●rarasati syarief/ mohammad sahlan/ sabir laluhu/ant
(maf)