Soal capres, PAN komunikasi dengan Gerindra
Senin, 19 November 2012 - 15:39 WIB
Soal capres, PAN komunikasi dengan Gerindra
A
A
A
Sindonews.com - Partai Amanat Nasional (PAN) mengakui tengah membangun komunikasi politik dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) soal pencalonan presiden (cawapres) untuk diusung pada Pilpres 2014.
Menurut Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto, komunikasi antara partainya dengan Gerindra ini terkait pencapresan Hatta Rajasa dan Prabowo Subianto.
"Ya kita sudah buka komunikasi (pencalonan presiden), saya sering komunikasi dengan teman-teman di Gerindra, tapi kan masih beberapa tahun lagi jadi kami masing-masing masih browsing soal pencapresan," jelas Bima di Gallery Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (19/11/2012).
Namun, belum ditentukan siapakah yang akan menjadi capres dan cawapresnya, karena Prabowo Subianto juga ingin maju sebagai bakal calon presiden. Maka itu, komunikasi politik diantara keduanya terus dijalin.
"Pak Prabowo dan Bang Hatta sama-sama menginginkan nomor satu, jadi ini harus dibicarakan. Kita tidak lihat latar belakang, tapi ini tidak menutup kemungkinan," ujarnya.
Baginya, jika Hatta Rajasa menjadi capres maka harus disandingkan dengan cawapres dari etnis Jawa. Hal itu penting, karena merupakan peraturan yang tidak tertulis di negeri ini. mengingat Hatta berasal dari Sumatera atau luar Jawa.
"Bang Hatta memang harus dipasangkan dengan etnis Jawa, tak perlu lihat survei tapi sudah jadi kesepakatan yang tidak tertulis, jadi pasti akan orang Jawa," tandasnya.
Bima juga menjelaskan, kalau ke depannya bukan tidak mungkin PAN akan membangun komunikasi politik dengan partai lainnya.
"Untuk sekarang kita bangun komunikasi dengan Gerindra, yang kita bangun komunikasi politik itu, kalau dengan partai lain tidak ada yang tidak mungkin. Yang jelas kita cari yang kredibilitas baik untuk pencapresan," jelasnya.
Menurut Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto, komunikasi antara partainya dengan Gerindra ini terkait pencapresan Hatta Rajasa dan Prabowo Subianto.
"Ya kita sudah buka komunikasi (pencalonan presiden), saya sering komunikasi dengan teman-teman di Gerindra, tapi kan masih beberapa tahun lagi jadi kami masing-masing masih browsing soal pencapresan," jelas Bima di Gallery Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (19/11/2012).
Namun, belum ditentukan siapakah yang akan menjadi capres dan cawapresnya, karena Prabowo Subianto juga ingin maju sebagai bakal calon presiden. Maka itu, komunikasi politik diantara keduanya terus dijalin.
"Pak Prabowo dan Bang Hatta sama-sama menginginkan nomor satu, jadi ini harus dibicarakan. Kita tidak lihat latar belakang, tapi ini tidak menutup kemungkinan," ujarnya.
Baginya, jika Hatta Rajasa menjadi capres maka harus disandingkan dengan cawapres dari etnis Jawa. Hal itu penting, karena merupakan peraturan yang tidak tertulis di negeri ini. mengingat Hatta berasal dari Sumatera atau luar Jawa.
"Bang Hatta memang harus dipasangkan dengan etnis Jawa, tak perlu lihat survei tapi sudah jadi kesepakatan yang tidak tertulis, jadi pasti akan orang Jawa," tandasnya.
Bima juga menjelaskan, kalau ke depannya bukan tidak mungkin PAN akan membangun komunikasi politik dengan partai lainnya.
"Untuk sekarang kita bangun komunikasi dengan Gerindra, yang kita bangun komunikasi politik itu, kalau dengan partai lain tidak ada yang tidak mungkin. Yang jelas kita cari yang kredibilitas baik untuk pencapresan," jelasnya.
(lns)